Semua Gagal karena Bangun Kesiangan!

Sunday morning kali ini buruk! saya bangun kesiangan! Karenanya, semua agenda yang telah saya rencanakan GAGAL semua! Kalau mau latah menyalahkan, saya akan menyalahkan seorang teman yang mengajak begadang hingga lewat tengah malam. Jadilah saya tidur “minggu ketemu minggu”. Saya baru beranjak dari kasur pukul 08.41, dan itu menggagalkan semua rencana saya. >.<

Padahal sebelum tidur, saya telah merencanakan beberapa hal berikut:

  1. Jogging (Pukul 05.30-06.30)Middle-Aged-Man-Jogging-Early-Morning-1204324
  2. Masak & Sarapan (Pukul 06.30-07.00)

    saya memang tetap masak, tapi masakannya ikutan kacau. Masakan Gagal. -_____-

    saya memang tetap masak, tapi masakannya ikutan kacau. Masakan Gagal. -_____-

  3. Latihan Voli (Pukul 07.00-09.00)

    Latihan menuju lomba antar departemen pun gagal

    Latihan menuju lomba antar departemen pun gagal

  4. Latihan Unit (Pukul 09.00-16.00)

    terlambat satu setengah jam? mending gak dateng.

    terlambat satu setengah jam? mending gak dateng.

***

Tapi saya tidak mau latah kali ini. Enak aja lu Par, nyalahin orang lain ngajak begadang!

Semuanya itu murni salah saya sendiri. Ya, that was exactly my fault! Seorang teman sering berkata “Setiap pemuda adalah seorang pemimpin!”. Saya sangat setuju dengan kalimat tersebut. Selayaknya seorang pemimpin, saya seharusnya bisa memimpin diri saya sendiri, di segala sektor!

Pertama, soal teman yang mengajak begadang. Saya seharusnya bisa dengan mudah menolak untuk tidak ikut begadang, kan? Tinggal merebahkan diri ke kasur, lalu tidur. Toh saya pernah tinggal di asrama yang satu kamarnya dihuni empat orang, terlebih kamar saya dahulu merupakan base-camp lorong yang selalu ramai. Jadi saya sudah terbiasa tidur di tengah kebisingan. Dan ini tidak saya lakukan tadi malam. -____-

Kedua, seharusnya saya konsekuen. Ibu sering berkata “tidur dan bangunnya itu harus konsekuen, nak” di setiap weekend. Maksudnya apa? Maksudnya, kalau kita memutuskan untuk tidur larut, kita harus konsekuen untuk tetap dapat bangun pagi, melaksanakan kewajiban harian seorang muslim. Shalat shubuh pada waktunya. Nah, sengantuk apapun saya tadi pagi, seharusnya saya harus tetap konsekuen untuk bangun, dan melaksanakan semua agenda. Namun saya tidak melakukannya, ke-konsekuen-an saya belum bisa istiqomah. -_____-

Kesimpulannya jelas. Mulai sekarang saya harus membenahi ke-konsekuen-an untuk bangun pagi. Pagi selalu punya magic yang membuat mood menjadi baik. Saya harus dapatkan itu setiap hari!

Dan saya teringat bahwa saya masih punya satu agenda lagi minggu ini, rapat organisasi pukul 16.00. I won’t miss it, absolutely!

Iklan

About pararawendy

Once A Dreamer, Always Be The One Lihat semua pos milik pararawendy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: