Keajaiban Berbagi & The Law of Diminishing Return

Mengawali semuanya, selain untuk khalayak, tulisan saya kali ini juga ditujukan pada diri penulis sendiri.
Intisari tulisan ini adalah substansi kultum Irfan Syauqi Beik, kepala prodi Ekonomi Syariah IPB, di suatu ba’da isya menjelang terawih di Masjid Al-Hurriyyah Ramadhan 1433H.

Semua orang pasti setuju bahwa ‘berbagi’ merupakan anggota dari himpunan tak tercacah (karena saking banyak anggotanya) akhlak terpuji. Selayaknya anggota akhlak terpuji lainnya, berbagi juga memiliki karakteristik yang mirip dengan ‘teman-temannya’ sesama anggota akhlak terpuji, yaitu mudah diucapkan namun susah dipraktikkan. Yap, itulah faktanya. Mayoritas dari kita cenderung berat untuk mempraktikkan amal baik yang satu ini.

Kemudian telah banyak bermunculan kalimat-kalimat hebat yang merupakan hikmah dari indahnya berbagi. Mereka dirancang sebagai ‘obat’ untuk menghilangkan rasa berat untuk berbagi tersebut. Salah satu kalimat hebat itu adalah “Berbagi sama sekali tidak mengurangi nikmat, justru menambahnya”.

Banyak orang, termasuk penulis sendiri, awalnya tidak menerima kalimat tersebut. Kalimat itu mungkin memang benar secara pahala-sentris, tapi tidak secara logis. Mana ada ceritanya berbagi yang secara fisik nyata-nyata adalah memberikan sebagian milik kita menjadi milik orang lain justru dibilang menambah? (Astaghfirullah, maafkan kejahilliahan hamba ya Rabb 😦 )

Itulah goal dari tulisan ini. Tulisan ini mencoba memperlihatkan secara logis / sains-sentris bahwa kalimat hebat tadi sama sekali tidak keliru.

***

Bayangkan di suatu sore menjelang berbuka, ada dua orang pemuda (katakanlah A dan B) yang karena ‘lapar mata’ mereka sama-sama membeli 3 gelas es kelapa. Saat bedug maghrib terdengar, pemuda A segera meminum ketiga gelas es kelapa secara berurutan. Berbeda dengan pemuda B, ia berubah pikiran dan memilih untuk berbagi, hanya meminum satu gelas es kelapanya dan memberikan dua gelas lainnya kepada dua orang temannya, masing-masing satu gelas. Kemudian pemuda B beserta kedua temannya meminum satu gelas es kelapa yang mereka punyai masing-masing.

Maka ini lah yang terjadi.

Di antara mata kuliah TPB yang saya dapat, ada mata kuliah Ekonomi Umum (ekum). Selanjutnya di ekum itu ada salah satu hukum yang disebut “the law of diminishing return” atau yang saya artikan bebas sebagai “hukum hasil produksi yang semakin menurun”. Hukum yang eksis di teori ekonomi mikro ini secara sederhana menjamin bahwa jika dilakukan penambahan terus menerus terhadap salah satu faktor produksi sedangkan faktor yang lain dibiarkan tetap, maka tingkat produktifitas akan terus menurun.

Nah, hukum ini agaknya juga berlaku dalam kasus kedua pemuda kita tadi. Misalkan tingkat utilitas (kepuasan) yang akan dihasilkan oleh satu gelas es kelapa adalah 100 untuk gelas pertama yang diminum. Kemudian menurut hukum kita tadi, tingkat utilitas yang dihasilkan olah es kelapa gelas kedua yang diminum olah orang yang sama secara berurutan tentu saja mengalami penurunan, katakanlah menjadi 80. Penurunan ini sesuatu yang masuk akal, bukan? Kepuasan kita akan semakin berkurang saat menyantap sesuatu secara terus-menerus. Oke, dengan argumen yang sama, misalkan tingkat kepuasan yang dihasilkan oleh gelas yang diminum ketiga kali secara berurutan oleh orang yang sama adalah 60.

Selanjutnya, sekarang kita hitung berapa total kepuasan yang terjadi pada kedua kasus kita tadi. Pada kasus pemuda A, total tingkat kepuasan yang dihasilkan oleh ketiga gelas es kelapa yang diminumnya adalah 100 + 80 + 60 = 240. Sedangkan pada kasus pemuda B, ketiga es kelapa diminum pada urutan yang pertama oleh masing masing pemiliknya, jadi total tingkat kepuasan adalah 100 + 100 + 100 = 300.

Nah, terlihat keajaibannya bukan? Kasus pemuda B menghasilkan total tingkat kepuasan yang lebih tinggi dari kasus pemuda A. Jadi ternyata berbagi bukan mengurangi nikmat, justru menambahnya! 🙂

Iklan

About pararawendy

Once A Dreamer, Always Be The One Lihat semua pos milik pararawendy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: