Jangan Bohong, Lagi Puasa!

Selamat puasa semuanya! Semoga kualitas puasa kita semakin baik dari hari ke hari ya 🙂

Latar belakang saya menulis tulisan ini adalah suatu scene memori di masa-masa MPKMB (Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru) Angkatan 48 dulu. Suatu saat pada barisan pra-mobilisasi menuju GWW (Graha Widya Wisuda), ada seseorang (atau beberapa) kakak panitia yang berkata “Jangan berbohong dek, bulan puasa ini”.

***

Kalimat tersebut menggelitik saya hingga saat ini. Jangan bohong, bulan puasa ini. Setiap mengingat kalimat tersebut, selalu muncul pertanyaan yang sama dalam benak saya, “Lalu, jika bukan bulan puasa, apakah kita ‘dibolehkan’ berbohong?”. Pertanyaan saya tersebut retorik, bukan? 🙂 Karena sudah barang tentu jawabannya “TIDAK”.

Tetapi pada kenyataannya, saya tidak jarang mendapati kalimat-kalimat ‘bernada’ sama seperti kalimat tersebut di setiap Ramadhan. Salah satunya saya dapati beberapa hari yang lalu saat browsing di suatu news-site, saya mendapati artikel berjudul “Gubernur: PNS Jauhi Saling Fitnah Selama Ramadhan”. Sontak setelah membaca judulnya, keluar pula pertanyaan ‘senada’ dalam benak saya “Lalu, apakah di luar bulan puasa PNS tersebut boleh berfitnah-ria?”.

Well. Saya sepenuhnya menyadari bahwa kalimat-kalimat tersebut tidak sepenuhnya salah. Saya tahu kalau perbuatan-perbuatan tercela semacam itu dapat mencederai pahala puasa. Tetapi kemudian, apakah perbuatan-perbuatan tercela itu tidak kenapa-kenapa dilakukan saat kita tidak sedang berpuasa? Tentu tidak, bukan? 🙂

Saya tergelitik, karena kalimat-kalimat seperti itu seakan-akan menjawab “Ya, tidak masalah kalau di luar bulan puasa” pada pertanyaan saya yang terakhir. Kita harus alim di bulan puasa, dilarang berbuat buruk. Lalu jika bulan puasa telah berakhir, larangan tersebut seolah hilang saja.

Bulan puasa adalah bulan penempaan diri. Penempaan menjadi yang lebih baik dari segala sisi. Apalagi akhlak. Tujuan besarnya adalah kita menjadi sosok yang istiqomah dalam kebaikan, pun dalam menghindari keburukan. Tidak suka berbohong pada saat Ramadhan ya berlajut pula saat di luar ramadhan. Tidak saling fitnah juga demikian. Dilakukan secara istiqomah juga pada sebelas bulan lainnya

Sudah saatnya kita tidak mendikotomikan bulan-bulan. Jangan lagi ada anggapan bahwa ada bulan yang strictly melarang kita berbuat buruk, namun ada bulan yang seolah fine-fine saja menjadi latar waktu kita melakukan hal-hal buruk. Itulah poin yang ingin saya sampaikan lewat tulisan ini. 🙂

Terakhir, saya teringat perkataan Prof. Anja Meryandini, dosen biologi saya waktu TPB (Tingkat Persiapan Bersama) dulu. Saya tidak mengingat sempurna redaksi beliau, tapi intinya kurang lebih sama.

Setiap perbuatan, tidak peduli sekecil apapun perbuatan itu, hanya memiliki satu nilai: baik ataukah buruk. Tidak ada yang namanya perbuatan setengah buruk, atau seperempat baik misalnya. Jadi, tugas kita adalah mengidentifikasi perbuatan itu dengan tepat, lalu lakukan yang baik dan hindari yang buruk. — Prof. Anja

 

Iklan

About pararawendy

Once A Dreamer, Always Be The One Lihat semua pos milik pararawendy

2 responses to “Jangan Bohong, Lagi Puasa!

  • uswah

    tulisan yang bagus dan aktual (ya gak sih, kalo pas momennya)? pokoknya sepakat dan cocok dikonsumsi. tapi ada tambahan, Rasulullah Shalallau ‘alaihi wassalam bersabda, “Barang siapa tidak dapat meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta (waktu berpuasa) maka Alloh tidak membutuhkan lapar dan hausnya” (HR. Al bukhari)
    jadi, selain berdosa karena bohong atau fitnahnya, percuma juga puasanya… wallahu a’lam bishshawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: