Gasebu #1 : Burlian

Optimize your fasting everyone! 🙂

Alhamdulillah, siang ini saya berkesempatan untuk menuliskan artikel pertama project Gasebu.

***

Buku yang beruntung (beruntung? 😀 ) menjadi buku perdana di Gasebu adalah “Burlian”. Novel ini hasil karya salah satu penulis favorit saya, Tere-Liye. Bagi yang belum tahu, burlian merupakan bagian dari “Serial Anak-Anak Mamak”. Seial ini terdiri dari empat buku, burlian, pukat, elianana dan amelia.

sampul depan

sampul depan

Burlian secara garis besar bercerita tentang kehidupan seorang anak laki-laki (yang namanya sama dengan judul novel). Burlian adalah anak kedua Mamak. Ia memiliki dua kakak, Ayuk Eli (yang tertua) dan Pukat, juga seorang adik bernama Amelia. Layaknya novel-novel Tere-Liye lainnya, novel ini mengambil tema keluarga, perjuangan hidup dan kebijaksanaannya. Jadi jelas kalau novel ini bukan novel teenlit yang selalu sibuk sama cinta-cintaan yang menurut saya cenderung picisan :-P.

Sebagian besar isi novel ini menceritakan masa-masa SD Burlian. Masa kanak-kanak yang penuh kenakalan, petualangan dan menyenangkan. Untuk latar, novel ini mengambil latar sebuah kampung di pedalaman Palembang. Sedang untuk latar waktunya, penafsiran saya berkisar pertengahan tahun 80an hingga awal 90an. Jadi terbayanglah petualangan Burlian akan selalu dekat dengan alam.
Bab Favorit

Seperti novel-novel lain, Burlian tersusun dari bab-bab. Ada 24 bab, ditambah satu epilog. Nah bab yang menjadi favorit saya adalah bab 16 “Seberapa Besar Cinta Mamak – 1 “. Secara singkat, bab ini berisi tentang Burlian yang marah pada Mamak. Kemarahan tersebut terjadi karena Mamak tidak membelikan sepeda pada waktu yang telah dijanjikannya pada Burlian. Bukan, bukan mamak ingkar janji. Tapi keadaan yang yang belum mengizinkan. Uang yang telah diapkan Mamak tergunakan untuk keperluan uang gedung sekolah Ayuk Eli. Sisanya padahal masih cukup untuk membeli sepeda, tapi tetangga tiba-tiba meminjam uang tersebut, bilang anaknya sakit keras. Burlian tetap saja tidak terima alasan Mamak. Jadilah ia ngambek, berniat tidak akan tidur malam di rumah. Kemudian Bapak membujuknya masuk, bercerita tentang pengorbanan Mamak yang tak pernah ia tahu sebelumnya. Pengorbanan yang sungguh hebat. Saya jadi seperti melihat diri saya adalah Burlian…
Top Quotes

Begitu peula sekolah, Burlian, Pukat. Sama seperti menanam pohon… Pohon masa depan kalian. Semakin banyak ditanam, semakin baik dipelihara, maka pohonnya akan semakin tinggi menjulang. Dia akan menentukan hasil apa yang akan kalian petik di masa depan, menentukan seberapa baik kalian akan menghadapi kehidupan.

Kau tahu burlian? Dialah yang mengalahkan raja-raja hebat dunia. Menggerus gunung menjadi rata. Membuat daratan menjadi lautan. Dialah sang waktu.

Tidak ada demokrasi untuk orang-orang bodoh.

Jangan pernah membeci Mamak kau, Burlian… jangan pernah… karena jika kau tahu sedikit saja apa yang telah ia lakukan demi kau, Amelia, Kak Pukat, dan Ayuk Eli, maka yang kau tahu itu sejatinyabahkan belum sepersepuluh dari perngorbanan, rasa cinta, serta rasa sayangnya kepada kalian.

Dunia ini tidak hitam-putih, Burlian. Lebih banyak abu-abunya. Jarang ada orang yang hatinya hitam sekali, dan sebaliknya juga susah mencari orang yang hatinya sempurna putih.

Ibroh

Banyak yang bisa diambil dari novel ini. Kebijakan hidup beserta idealismenya. Karena seperti biasa, pemahaman hidup-nya Tere-Liye keren sekali. Yakin saja setelah membaca novel ini, insya Allah kita menjadi pribadi yang lebih baik. Saya pribadi setelah membaca novel ini, jadi homesick -___-. Ingin segera mencium tangan Umi dan Abah di rumah. Umi, Abah, anakmu sayang kalian. 🙂

recommended book :)

recommended book 🙂

Iklan

About pararawendy

Once A Dreamer, Always Be The One Lihat semua pos milik pararawendy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: