Hijab

Happy 22nd Ramadhan everyone! πŸ™‚

Tulisan ini ditujukan terutama pada diri penulis pribadi. Sebagai bahan pembelajaran.
***
Apa kepanjangan dari IPB? Tentu mayoritas dari kalian akana menjawab “Institut Pertanian Bogor”, bukan?

Nah, bagi kalian yang belum tau, IPB itu punya banyak kepanjangan lain lho! Salah tiganya adalah Institut Pleksibel Banget, Institut Perbankan Bogor dan Institut Pesantren Bogor. Β πŸ˜€

Pada tulisan ini saya akan sedikit cerita tentang salah satu hal di IPB yang ikut menjadi muasal kepanjangan yang terakhir, Institut Pesantren Bogor. Hal apakah itu?

Hijab

Mengutip dari fmghifari.blogspot.com, saya dapatkan definisi sebagai berikut.

Hijab berasal dari kata hajaban yang artinya menutupi, dengan kata lain al-Hijab adalah benda yang menutupi sesuatu, menurut al-Jarjani dalam kitabnya at-Ta’rifat mendefinisikan al-Hijab adalah setiap sesuatu yang terhalang dari pencarian kita, dalam arti bahasa berarti man’u yaitu mencegah. Al-Zabidy dalam kitabnya Taj al-‘Urus mengartikan hijab sebagai sedgala sesuatu yang menghalangi antara kedua belah pihak.

Pada kenyataannya, sebagian besar dari kita saat mendengar kata “hijab” akan cenderung reflek memikirkan “jilbab”. Singkatnya, sebagian besar dari kita mengindentikkan hijab dengan urusan akhwat (wanita). Tapi dengan membaca definisi hijab di atas, ternyata hijab itu luas cakupannya. Hijab itu bukan sekadar soal jilbab. πŸ™‚

Memaknai definisi tersebut, hijab jelas juga merupakan urusan ikhwan (pria). Para ikhwan berhijab dengan berusaha menahan pandangannya (menundukkan pandangan) pada akhwat. Hal ini perlu agar proses berhijab jalan dari kedua sisi. Sehingga tujuan hijab cenderung lebih dapat tercapai.
***

Beruntungnya saya sekolah di IPB. Lingkungannya yang islami sedikit banyak mendidik saya luar dan dalam (insya Allah). Salah satu bukti keislamian di kampus ini adalah gambar berikut.

dibalik sana tempatnya akhwat

dibalik sana tempatnya akhwat

foto diambil setelah akhwat sudah keluar ruangan

foto diambil setelah akhwat sudah keluar ruangan

Kalian tentu biasa membaca papan (atau yang semacamnya) yang bertuliskan larangan berdekat-dekatan antar pria dan wanita di dalam masjid. Tapi gambar diatas diambil bukan di dalam masjid. Yang dijadikan hijab pada gambar di atas adalah sebuah bekas dekorasi gabus dari suatu acara. Suatu sore saya berada di sana dan semula tidak ada hijab di ruangan tersebut, tapi sesaat kemudian salah seorang teman di ruangan tersebut mengambil dekorasi gabus dan menegakkannya di tengah ruangan, menjadi sekat. Katanya, ada akhwat yang ingin masuk, ada sesuatu yang perlu diurus. Jadilah dekorasi gabus itu menjadi hijab dadakan.

Saya sungguh terinspirasi dari kejadian tersebut. Kesadaran teman-teman di sini soal berhijab ternyata sudah mumpuni. Subhanallah.. πŸ™‚

semangat berhijab!

dihilangkannya bagian  koran yang memuat foto wanita (tempat: mading Alhurr)

dihilangkannya bagian koran yang memuat foto wanita (tempat: mading Alhurr)

Iklan

About pararawendy

Once A Dreamer, Always Be The One Lihat semua pos milik pararawendy

2 responses to “Hijab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: