Sepuluh Hari Ketiga Ramadhan 1434 Hijriah

Terbangun dari siang hari ini, saya tiba-tiba teringat akan project tiga tulisan saya. Ya, ptoject untuk menulis 3 post yang masing-masing meliput hal-hal apa saja yang saya jalani per sepuluh hari di Bulan Ramadhan 1423 H. Dua tulisan sudah saya selesaikan, yakni Sepuluh Hari Pertama Ramadhan 1434 Hijriah dan Sepuluh Hari Kedua Ramadhan 1434 HijriahOke, insya Allah sore ini saya ingin menuntaskan untuk tulisan yang terakhir. Karena ini late posting, saya mungkin akan melupakan beberapa hal yang seharusnya bisa saya ceritakan, saya hanya akan menulis hal-hal yang saya ingat saja.

***

Mengawali tulisan ini, saya ingin berdoa. Mengingat apa sabda nabi, sepuluh hari terakhir itu adalah itqun minan naar, dijauhkan dari api neraka. Ya Rabb, semoga hamba-Mu termasuk dalam golongan yang disabdakan oleh Nabi ini. Amiiin.

Oke, yang saya ingat, tema sepuluh hari terakhir ramadhan 1434 H kemarin itu adalah evaluating. Banyak hal yang perlu dievaluasi. Banyak.

Di sepuluh hari terakhir, saya mendapatkan pengalaman baru yang keren. Saya berkesempatan untuk melihat prosesi ‘di balik layar’ dari persiapan shalat teraweh di masjid Alhurriyyah tercinta. Ternyata, sebelum memimpin jalannya shalat teraweh (menjadi imam, red), setiap marboth yang mendapat giliran untuk menjadi imam terlebih dahulu muroja’ah, semacam menyetor hapalan surat-surat yang ingin dibacakan saat menjadi imam. Begitu. Kemudian, ada juga yang namanya co-Imamyap ini analog sama istilah co-pilot. Jadi co-Imam itu adalah makmum yang sekaligus bertugas mengawasi bacaan imam saat shalat teraweh berlangsung. Saya jadi tahu kenapa selalu ada yang memperbaiki bacaan Imam jika bacaannya kurang sempurna, tak peduli seasing apapun ayat yang dibacakan bagi saya. Ternyata semuanya sudah well prepared bung. Subhanallah. 🙂

Akh Royyan yagn mendapat giliran menjadi Imam sedang murojaah menyempurnakan bacaannya

Akh Royyan yagn mendapat giliran menjadi Imam sedang murojaah menyempurnakan bacaannya

layar yang berisi seluruh gambar dari CCTV Alhurr

layar yang berisi seluruh gambar dari CCTV Alhurr

Kak Rahmat sedang mengumandangkan azan Isya

Kak Rahmat sedang mengumandangkan azan Isya

Satu momen yang ditunggu-tunggu pun datang. Mudik. Horeee, akhirnya parara mudik. Disaat teman-teman yang lain sudah lebih dahulu meninggalkan bogor. -____- . tapi tak apalah, Alhamdulillah masih bisa mudik. 🙂 Pesawat saya jam setengah tiga sore kurang, tapi karena gak sabarnya ketemu keluarga, saya memilih berangkat jam 8 pagi kurang. Hahaha. Jadilah saya menunggu lumayan lama di bandara, sebab saya sampai sana sekitar jam sebelas. Ckckck. Singkat kisah, saya sudah menyebrangi Laut Jawa, terbang 500 kilometer lebih, dan menjejak tanah kampung halaman. Terimakasih ya Rabb. 🙂

menu sahur terakhir di Bogor, itu ayamnya gede banget, nyaris gak habis -___-

menu sahur terakhir di Bogor, itu ayamnya gede banget, nyaris gak habis -___-

suasana kamar sebelum ditinggal mudik

suasana kamar sebelum ditinggal mudik

pemandangan keren di ruang check in Soetta

pemandangan keren di ruang check in Soetta

nomor loket tempat saya check in. 19! :D

nomor loket tempat saya check in. 19! 😀

Suasana musholla Soetta saat shalat zuhur

Suasana musholla Soetta saat shalat zuhur

untuk kesekian kalinya  saya mendapat seat dekat jendela :D

untuk kesekian kalinya saya mendapat seat dekat jendela 😀

Keluar dari pesawat, saya langsung bergegas menuju terminal kedatangan bandara H Asan. Ingin segera keluar, menemui bapak yang sudah menjemput. Tiba-tiba, saya melihat sesosok anak muda yang mengat-jengitkan alis sok kenal ke arah saya. Saya pikir siapa? sok kenal amat. Tapi ternyata setelah saya amati, dia adalah Akbar Indarjo pemirsa, adik saya sendiri. Astaga deng, ikam kenapa sudah seganal ini (Astaga dek, kamu kenapa sudah sebesar ini) ?! Terakhir saya tinggal, perasaan tingginya tak sampai dagu saya, eh sekarang sudah sedahi. Ckckck -____- Kemudian ketemu bapak, kami berpelukan erat. Lalu keluar, eh ternyata ada Mas Dryo Balanopia ikut menjemput ke bandara, bersama keluarganya. Saya pun akhirnya bertemu dengan bidadari kecil itu, Alifa Ayunindia, keponakan tercinta. 🙂 Sampai di rumah, saya memeluk umi. Terimakasih sudah menjaga beliau selama hamba-Mu di rantau, Allah. 🙂

Alifa Ayunindia B-)

Alifa Ayunindia B-)

Oke, kehidupan di rumah tercinta pun dimulai. Saya ingin merealisasikan agenda-agenda saya yang telah saya rencanakan di kampung halaman.

rundown buka bersama kelas SMA

rundown buka bersama kelas SMA

pemandangan dari masjid kota,wah saya lagi gak beruntung, gak ada kapal yang sedang sandar

pemandangan dari masjid kota,wah saya lagi gak beruntung, gak ada kapal yang sedang sandar

ternyata masjid raya tak kunjung dibuka untuk umum :(

ternyata masjid raya tak kunjung dibuka untuk umum 😦

Waktu berlangsung cepat dirumah, tau tau sudah Lebaran saja. Lebaran kemarin, kota Sampit resmi diguyur hujan. Seluruh penjuru kota hujan. Jadilah shalat Ied nya kurang semarak. Tidak ada terpal-terpal yang terhampar di lapangan untuk shalat. Untunglah, saya bersama Akbar kebagian tempat di dalam masjid. Kami shalat di Masjid Nurul Alif, tempat saya biasa Jumatan dulu waktu SMA. Selesai shalat, secara cepat pula hujannya berhenti. Wah. Kemudian kami sungkem keluarga. Mas Dryo, saya, Akbar, meminta maaf atas segala kesalahan pada Bapak, Umi.

ini dia yang bikin kangen lebaran di rumah (salah satunya lho ya) :D

ini dia yang bikin kangen lebaran di rumah (salah satunya lho ya) 😀

jeng jeng. baksoooo :D

jeng jeng. baksoooo 😀

masjid Nurul Alif saat shalat Ied

masjid Nurul Alif saat shalat Ied

Hidangan sederhana lebaran di rumah

Hidangan sederhana lebaran di rumah

Selamat lebaran semuanya. Berbahagialah, hari ini lebaran. Dan semoga kita semua dipertemukan di Ramadhan 1435 Hijriah 🙂

Iklan

About pararawendy

Once A Dreamer, Always Be The One Lihat semua pos milik pararawendy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: