Gasebu #2 Kiss The Lovely Face of God

Akhirnya, setelah sekian lama tertunda, saya berkesempatan untuk melanjutkan Gasebu Project saya. Maaf ya semuanya 😀

Gasebu kali ini mengambil buku Kiss The Lovely Face Of God karangan Mustafa Mastoor. Buku ini novel terjemahan. Sejatinya, saya tidak ada rencana sebelumnya untuk mengangkat buku ini sebagai objek Gasebu #2. Buku ini milik abang saya, Mas Dryo. Karena kemarin pas mudik lupa bawa buku, jadilah pas nemu buku ini di kamar abang langsung saya garap (wes koyo opo wae jal?). 😀

***
cover depan

cover depan

Tema yang Berat

Buku ini mengangkat tema yang berat, sangat berat malah, yakni tentang Tuhan. Buku ini mencoba menjawab salah satu pertanyaan paling tabu yang pernah ada dalam kehidupan manusia: Adakah Tuhan?. Pertanyaan yang saya yakini sebagai pertanyaan paling retorik yang pernah ada. 🙂

Plot Cerita

Garis besarnya, buku yang mengambil latar negara Iran pada tahun 70an ini menceritakan tentang seorang mahasiswa jenjang doktoral pada bidang sosiologi bernama Yunes yang sedang berusaha merampungkan disertasinya yang berjudul “Landasan Sosiologis Kematian Doktor Muhsin Parsa”. Doktor Parsa sendiri adalah seorang ilmuwan fisika kontemporer yang cemerlang yang entah kenapa tiba-tiba bunuh diri. Masalah diperumit karena deadline disertasi yang semakin sempit dan tidak direstuinya pernikahan Yunes dengan Kekasihnya Sayeh oleh orang tua Sayeh sebelum Yunes berhasil menyelesaikan jenjang doktoralnya. Tentu saja, poin utamanya, yang membuat runyamnya cerita adalah pertanyaan paling tabu tadi keluar dari hati Yunes: Adakah Tuhan?

Dua puluh bab dalam buku ini dimulai dengan cerita sahabat Yunes bernama Mehrdad yang datang dari Amerika untuk menemui Yunes.Dalam buku ini Mehrdad banyak memnemani Yunes dalam memecahkan misteri kematian Doktor Muhsin Parsa. Yunes diceritakan telah berijab dengan kekasihnya Sayeh, namun ia belum diizinkan untuk menikah secara resmi sebelum jenjang doktoralnya rampung. Sayeh sendiri adalah mahasiswa jenjang master yang sedang menulis thesis berjudul “Dialog Tuhan dengan Nabi Musa”.

Pikiran Yunes penuh dengan pertanyaan. Kalau Tuhan benar-benar ada, lalu mengapa masih begitu banyak penderitaan yang terjadi di muka bumi, keadilan yang tidak ditegakkan, dan sebagainya. Ia ingin segera menemukan jawabannya. Jika Tuhan ada, berarti ia harus menaati segala aturan, hidup dengan baik-baik untuk menghindari pembalasan setelah mati. Namun, jika ternyata Tuhan tidak ada, rugilah ia jika menyianyiakan hidup yang hanya sekali ini dengan bersikap anteng-anteng saja mengabaikan segala kesenangan dunia.

Agar disertasinya dapat diselesaikan, Yunes harus bisa menemukan landasan sosiologis mengapa Doktor Parsa bunuh diri. Untuk itu ia mulai mencari segala informasi tentang Doktor Parsa. Berkas kepolisian, keterangan keluarga, teman dan yang lainnya. Di dalam proses pencarian bukti-bukti sosiologis itu, keraguannya terhadap keberadaan Tuhan semakin besar. Sangat kontras dengan kekasihnya Sayeh yang justru sangat mantab imannya terhadap keberadaan tuhan. Jadilah, mulai terjadi konflik antar keduanya dan akhirnya Sayeh memutuskan untuk tidak akan menikah pada orang yang tidak beriman pada Tuhan. Yunes semakin suram, ditambah dengan proses pencarian fakta-fakta yang tak kunjung membuauhkan hasil yang signifikan.

Cerita berlanjut dengan penemuan bahwa Doktor Parsa, sebelum kematiannya, sedang meneliti tentang makna dan hubungan kuantitatif istilah-istilah humaniora dan pemahaman-pemahaman perasaan kemanusiaan. Singkatnya, Doktor Parsa ingin mengukur semua istilah istilah humanioran dalam parameter-parameter eksak. Kemudian mengerucut fakta bahwa Doktor Parsa sedang jatuh cinta pada seorang mahasiswinya bernama Mehtab Keraneh. Setelah ditelisik, ternyata memang benar bahwa Doktor Parsa bunuh diri karena jatuh cinta. Ia, yang ilmuwan revolusioner, gagal mengukur apa yang dikatakan orang tentang CINTA secara eksak. Ia tak sanggup, lalu ia memilih mengakhiri hidupnya.

Mengetahui fakta yang sebanarnya tersebut, yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan landasan sosiologis, artinya Yunes tak kan berhasil merampungkan disertasinya. Di saat yang sama, ia akhirnya mendapat pencerahan tentang keberadaan Tuhan yang nyata. Cerita selesai.

Kutipan-Kutipan

2013-10-22 13.41.00

“Tentang Nabi Musa, aku setuju. Seseorang yang dikisahkan oleh dua puluh surah dalam Al-Quran dan namanya disebutkan 136 kali, pastilah seorang yang sangat beruntung.”

“…itulah kehidupan, akan selalu berhadapan dengan pilihan-pilihan”

“Untunglah menentukan perbuatan baik itu mudah, meski menjalaninya tak semudah itu.”

“Setiap orang pada setiap kesempatan tahu perbuatan yang dilakukannya itu baik atU tidak. Seseorang yang berupaya keras untuk melakukan kebaikan, lambat laun dapat menyerap kadar berbagai perbuatan baik. Ia akan dapat menentukan pilihan yang terbaik di antara berbagai perbuatan baik.”

“Keberadaan Tuhan bagi setiap orang sesuai dengan keimanannya kepada Tuhan. Hubungan ini bersifat dua arah.”

“Aku juga tidak bisa hidup dengan seorang mayat. Yunes, menurutku kalau kau menafikan Tuhan dalam hidupmu tidak ada bedanya dengan mayat. Ok, menurutku Tuhan adalah sumber kehidupan.”

“Tuhan ada di antara pikiranpikiran para filosof yang ingin membuktikan keberadaan-Nya tapi tak mampu”

Ibroh

Ya, buku ini mencoba menanamkan secara mendalam bahwa Tuhan itu nyata keberadaannya. Sungguh tak layak dipertanyakan lagi, bagai aksioma, bahkan lebih dari itu.Tuhan itu ada (titik). Ibroh kedua yang dapat diambil adalah bahwa pemahaman-pemahaman perasaan kemanusiaan itu tidak akan pernah bisa diukur secara matematis, tidak bisa. Terakhir, seseorang yang perasaannya belum matang hanya akan menyakiti seseorang yang dicintainya, menyakiti justru karena persaan conta itu sendiri.

ocerall: Good book! :-)

overall: Good book! 🙂

***

 

Iklan

About pararawendy

Once A Dreamer, Always Be The One Lihat semua pos milik pararawendy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: