UTS Semester V Telah Berakhir

Sekitar satu jam yang lalu, bersamaan dengan keluarnya saya dari ruang ujian Analisis Regresi, berakhirlah parade UTS (ujian tengah semester, red) semester Vl saya. Hehe 😀

 

UTS pertama di tingkat III ini cukup menguras tenaga dan pikiran. Dua minggu terakhir saya harus intensif menyiapkan diri untuk meladeni satu-persatu ujian yang datang (opojal?). Pada tulisan ini, saya ingin me-review jalannya UTS yang baru saja selesai ini. Daripada gak ada kerjaan. 😀

 

***

Secara keseluruhan, UTS kali ini rasanya agak berbeda dari UTS-UTS sebelumnya. Betapa tidak? 5 dari 7 matakuliah yang saya ambil semester ini mengizinkan kalkulator ada di meja masing-masing perserta ujian. Padahal biasanya, di UTS sebelum-sebelumnya  paling hanya 3. Penggunaan kalkulator didominasi oleh matakuliah minor (kebetulan minor saya Statistik). Hehe.. 😀

 

Dominannya penggunaan kalkulator pada UTS kali ini bak pedang bermata dua. Mungkin kalian yang masih SMA akan menolak pertanyaan saya barusan, “Bermata dua dari mana? jelas jelas penggunaan kalkulator itu sangat mempermudah ujian, kemudahan malah.” Eit, eit, jaga perkataanmu, wahai anak muda (kebanyakan nonton film laga klasik Indonesia). Penggunaan kalkulator di satu sisi memang mempermudah perhitungan, terutama pada soal yang angkanya “jelek”, banyak koma komanya. Tetapi di sisi lain, agaknya izin penggunaan kalkulator ini menjadi justifikasi para dosen mata kuliah terkait untuk mengeluarkan soal yang jawaban akhirnya memerlukan serangkaian panjaaang perhitungan (a.k.a soal ribet).  -___-

 

Pada soal-soal ribet ini, sejatinya mereka itu (cenderung) mudah, atau minimal bisa lah dipahami apa maunya. Yang jadi masalah adalah panjangnya proses perhitungan. Ini lah yang “menyiksa” kami, para peserta ujian. “cetak, cetuk, cetak, cetuk” bunyi jemari yang tak henti memencet-mencet tombol pada kalkulator terdengar di sepanjang waktu ujian. Apalagi kalau kalkulatornya KaWe, suara beringasnya jari memencet tombol kalkulator terdengar lebih keras dan berisik (gak nyadar diri).

benda ini menjadi sangat vital perannya semenjak saya menjadi mahasiswa :D

benda ini menjadi sangat vital perannya semenjak saya menjadi mahasiswa 😀

 

Ada penamaan lain yang lebih populer bagi soal-soal seperti ini. Saya bersama-teman teman seangkatan seringkali menyebut soal seperti ini sebagai soal nguli (dari kata kuli). Ya, pas sekali bukan. Mengingat cara menjawab soal ini yang memaksa para penjawabnya bertindak seperti kuli, kuli matematikHitung sana, selesai? belum, hitung yang ini, selesai? belum selesai, hitung yang itu, eh masih ada lagi, dan seterusnya dan seterusnya. 😀

 

***

Oke, yang sudah ya sudah. Pada kenyataannya, ujian itu terkategorikan menjadi dua, bukan? Yang pertama Concept Challenge, ini kalau soal-soalnya menekankan secara mendalam tentang pemahaman konsep. Soal-soal pada kategori ini biasanya jawabannya simpel, kalau kita tau apa yang dimau soalnya (7 kata terakhir saya bold lho ya :D), jawabannya pendek-pendek. Kategori yang kedua itu Time Challenge. Seperti namanya, soal-soal seperti ini menuntut kecepatan dan ketepatan. Kalau lambat menjawab, ya tidak akan selesai, walaupun kita tahu benar apa maunya soal. Nah, soal-soal nguli yang muncul di beberapa mata kuliah di UTS barusan termasuk dalam kategori yang kedua ini. 😀

OSN, contoh ideal Concept Challenge

OSN, contoh ideal Concept Challenge

Lomba Cepat Tepat, salah satu contoh Time Challenge

Lomba Cepat Tepat, salah satu contoh Time Challenge

 

Akhirnya, semoga UTS saya diberikan hasil yang baik lagi memuaskan. Aamiiin.. 🙂

Iklan

About pararawendy

Once A Dreamer, Always Be The One Lihat semua pos milik pararawendy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: