Kuliah dibatalkan: Hanyalah Kebahagiaan Sesaat

Pagi semua! 😀

Harusnya jam segini saya lagi kuliah salah satu mata kuliah minor. Jadwalnya jam 8 sampai 9.40. Tapi, eh tetapi ternyata kuliah dibatalkan. Bingung mau seneng apa sedih -___-

Jadi ceritanya tadi begini. Jam 8 kurang 10 menit saya sudah duduk manis di kelas, bersama teman-teman yang lain. Jam delapan pun tiba, dosen yang bersangkutan belum keliatan. Hal yang lumrah terjadi. Berselang 10 menit, sang dosen juga belum juga datang. Penanggung jawab (PJ) mata kuliah kemudian berusaha mengkonfirmasi ke departemen, menanyakan keberadaan dosen tersebut. Setelah kembali ke kelas, si PJ mengumumkan dengan lantang bahwa dosen gak ada, kuliah dibatalkan. Sontak seisi kelas langsung teriak-teriak histeris (lebay). Ada teriakan bahagia, ada teriakan sedikit kesal, bercampur jadi satu semakin membuat kelas gaduh dalam beberapa saat.

Lalu Parara ikut golongan teriakan yang mana nih? Benar (siapa yang jawab emang par?)! Saya (tentu saja) teriak bahaia! “Horeee gak ada kuliah!” (zzz -___-). 😀

Kemudian dengan sekejap kelas menjadi sepi, ditinggalkan para penghuninya. Pulang. Sayup-sayup saya dengarkan obrolan beberapa dari mereka sebelum meninggalkan kelas. Ada yang bilang “gue pengen nyuci ah”, ada juga “tau gini gue balik dari Magetan besok deh”, dan beberapa yang lain. 😀 Saya yang terlanjur mager (males gerak, red) enggan beranjak dari tempat duduk. Tapi karena kelas sudah nyaris sepenuhnya kosong (serem?) jadilah saya beranjak, keluar kelas, dan pulang menuju Cempaka 17 (kostan saya) tercinta. 😀

Di perjalanan pulang, saya kemudian berpikir kenapa saya tadi berteriak senang gak ada kuliah? Faktanya, jumlah pertemuan kuliah itu sudah ditetapkan secara strict. Jadi kalau ada yang bolong, harus diganti di lain waktu. Astaga. Terlebih kalau bolongnya kuliah itu tak terjadwal secara resmi (misalnya tanggal merah) seperti kali ini. Jadwal kuliah penggantinya juga menjadi tidak terjadwal. Duh, ini mah namanya kebahagiaan sesaat. Jadilah di sepanjang perjalan pulang saya menangis bombay meratapi kejadian pagi ini. 😀

***

Yap, begitulah keadaan perkuliahan bung. Bagi kalian adek-adek yang masih sekolah, tidak adanya guru adalah salah satu kebahagiaan terbesar dalam hidup bukan? 😀 Karena itu artinya gak ada pelajaran, bisa main-main bebas di kelas dan gak ada pengganti pelajaran di lain waktu. Tapi kalo kuliah mah beda. Tidak adanya dosen hanyalah kebahagiaan sesaat saja. 😀

Anyway, saya hepi-hepi aja tuh 😀

Iklan

About pararawendy

Once A Dreamer, Always Be The One Lihat semua pos milik pararawendy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: