Parara’s Stuff #2 : Konoha

Halo semua, cukup lama kita tidak bersua. Mohon maklum, kegiatan saya di seputaran kampus cukup padat belakangan (mungkin akan saya ceritakan di kemudian hari). Sejatinya, kepadatan itu masih berlanjut dan mungkin baru akan selesai berbarengan dengan berakhirnya tahun masehi 2013 ini. Namun, saya tak kuasa menahan rindu untuk berbagi beberapa kata ke kalian semua. Jadilah saya mencuri-curi waktu, meluangkan beberapa kejap untuk menulis postingan ini. Finally, keep enjoying my blog 🙂

***

 

Apa yang pertama kali kalian pikirkan sesaat setelah membaca judul postingan ini? Yap, saya 95% percaya (indikasi overdosis statistik) kalian spontan terpikir tentang salah satu manga yang lagi ngetop nyaris satu dekade terakhir. Betul! Apa lagi kalau bukan Naruto?  Sebab dalam manga tersebut, Konoha adalah nama suatu desa ninja yang menjadi kampung halamannya si tokoh utama Naruto. 😀 Tetapi, Parara’s Stuff kali ini tentu tidak merujuk pada apa yang kalian pikirkan tadi. Parara’s Stuff tentu berisi sesuatu yang lebih riil. :p

 

Konoha dalam redaksi postingan ini adalah sebuah tempat makan, bisa dibilang kantin, yang ada di sekitaran Kampus IPB Dramaga. Tepatnya, kantin ini terletak di dekat Asrama Putra TPB (Tingkat Persiapan Bersama) IPB. Jika kalian menyusuri jalan menuju asrama putra, silakan belok saat kalian menemukan jalan tidak beraspal pertama yang ada di kanan.  Ikuti saja jalan tersebut, turun mengikuti jalan, ketemu “gerbang” beton yang selalu terbuka, turun terus, rumah pertama yang ada di kanan kalian, itulah Konoha! Horee! (heri heboh sendiri)😀

ini foto dari muara jalan menuju asrama putra, itu yang dilingkari adalah belokan menuju Konoha :)

ini foto dari muara jalan menuju asrama putra, itu yang dilingkari adalah belokan menuju Konoha 🙂

lenih dekat menuju belokan Konoha :)

lenih dekat menuju belokan Konoha 🙂

oke, ikuti saja jalan ini yaa :)

oke, ikuti saja jalan ini yaa 🙂

sebelum turunan ke Konoha,gak ada lampunya, pantesan kalo malam gelap

sebelum turunan ke Konoha,gak ada lampunya, pantesan kalo malam gelap -___-

ini dia gerbang betonnya, Konoha tuh rumah yang dintunjuk sama panah :)

ini dia gerbang betonnya, Konoha tuh rumah yang dintunjuk sama panah 🙂

 

Kaget? Saya pun begitu (kaget) saat pertama kali mengenal kantin ini. Kenapa bisa kantin yang sama sekali tidak mengusung dekorasi yang berbau kehidupan dunia ninja seperti pada manga Naruto ini dinamai “Konoha”? Atau alasannya adalah menu makanannya? Tidak juga, makanannya sungguh makanan rumahan biasa (akan saya bahas di bagian selanjutnya). Konoha sama sekali tidak menjual, katakan, ramen yang menjadi ciri khas makanan di manga Naruto. Lalu apa alasannya? 😀

 

Ternyata, setelah saya  studi kepustakaan selama berhari-hari di perpusatakaan IPB tanya beberapa teman asrama, saya tergelak mengetahui alasan hakiki kenapa oh kenapa kantin kita ini dinamai Konoha. Alasannya memang berhubungan dengan manga Naruto ternyata, lebih khusus sangat berhubungan dengan salah satu karakter kuat yang ada di manga tersebut. Yap, penjaga (yang merangkap sebagi pemilik) kantin ini dianalogikan mirip dengan Hokage Kelima, si Tsunade-sama. What the! Ahahahahahaha 😀 😀

 

Ya sudahlah, ditahan dulu tertawanya. Mari kita lanjutkan dengan membahas tentang menu yang ada di kantin fenomenal ini. 😀 Kalau boleh saya bilang, Konoha adalah spesialis menu ‘Balado’, yakni saus merah yang agak pedas. Betapa tidak? Nyaris semua jenis makanan yang ada dilumuri dengan sambal balado. Mulai dari ikan tongkol, telur,  sayur terung, otak-otak, tahu dan tempe goreng, rolade dan sosis semuanya bertemakan balado, yang sekaligus menjadi masterpiece kantin ini. 🙂 Lalu apakah ada menu lain yang terlepas dari kedigdayaan balado? Tentu ada lah, mereka adalah sayur toge, sop, dan beberapa jenis gorengan (apa jadinya kalau mereka ini juga dibumbui balado?). 😀

sosis dan terung balado

sosis dan terung balado

ayam itu menu yang gak rutin lho, sebelahnya tongkol balado

ayam itu menu yang gak rutin lho, sebelahnya tongkol balado

otak otak (tumben gak balado) sama tahu bulet yang siap digoreng

otak otak (tumben gak balado) sama tahu bulet yang siap digoreng

rolade yang siap dilumuri saus balado :D

rolade yang siap dilumuri saus balado 😀

 

Lebih jauh tentang menu, Konoha memiliki budaya yang unik. Setiap pagi, nasi yang disediakan adalah nasi uduk kuning lengkap dengan kepulannya yang menggugah gairah sarapan beserta kerupuk. Biasanya, sang pemilik kantin (yang katanya mirip sama Tsunade) ini akan menyediakan satu baskom ukuran sedang nasi uduk kuning. Satu baskom itu umumnya akan ludes dilahap oleh puluhan mahasiswa hingga jam setengah sembilan. Unik bukan? 🙂

 

Lalu apa yang sebenarnya membuat saya memasukkan Konoha dalam Parara’s Stuff? Berikut adalah penjelasannya 🙂

 

Konoha itu punya karakter yang kuat pada citarasa menunya. Seperti yang sudah dibahas di bagian sebelumnya, Konoha adalah spesialis bumbu balado. Baladonya enak boi! Bahkan ada salah seorang teman selorong saya waktu di asrama bilang kalau otak-otak dan rolade baladonya Konoha itu gak ada duanya. 😀 Masih soal citarasa, nasi Konoha itu punel berat! Makan di Konoha selalu membuat saya teringat nasi buatan Umi di rumah nun jauh di seberang samudra sana. Nasinya wuenak. Sebagai tambahan, satu hal yang juga saya demen dari kantin ini adalah teh panasnya, raos pisan euy! 🙂

ini ni teh panas yang kece berat :D

ini ni teh panas yang kece berat 😀

 

Kekuatan lain yang dimiliki adalah (tentu saja) harga. Yap, menurut saya, Konoha adalah satu-satunya tempat makan yang mempunyai iklim “lu mau makan pake tempe doang, atau sayur doang, it’s fine” gak akan ada tatapan merendahkan dari penjaga warung karena lauknya terlalu sedikit, misalnya. Jadilah, tak sedikit anak-anak asrama (yang umumnya menderita semi kanker a.k.a kantong kering) tak segan memesan nasi dengan ‘hanya’ bersandingkan sepotong tempe dan sesendok sayur toge dengan mahar 3000 perak saja. Tiga ribu rupiah saja? Ya. FYI, tempe, tahu, gorengan, aneka sayur, otak-otak itu semuanya dilabelin 500 perak, sosis, bihun dan mie 1000 perak, rolade, ikan tongkol dan teh panas itu 1500 perak, sedangkan telur dan esteh itu labelnya 2000 perak bro! Nasi sendiri satu porsinya 2000. Jadi, bawa uang selembar Imam Bondjol (5000, red) aja gak akan kagok kalo di Konoha. Oiya nostalgia sedikit, pertama kali saya makan di Konoha, saya hanya bayar 1500 perak lho. Waktu itu saya ingat betul, saya lagi meriang gak enak badan, terus sarapan cuma minta nasi porsi setengah (1000) sama tempe sepotong (500) ngenes juga. 🙂

bagi yang gak mau mesen teh, sok ambil minum sendiri ya :) Oya, itu yang dilingkarin bel buat manggil mba-mba yang jaga kalo kita pengen mesen. Bunyinya "Ting nung, Assalamualaikum!" :D

bagi yang gak mau mesen teh, sok ambil minum sendiri ya 🙂 Oya, itu yang dilingkarin bel buat manggil mba-mba yang jaga kalo kita pengen mesen. Bunyinya “Ting nung, Assalamualaikum!” 😀

bukti larisnya Konoha :D

bukti otentik larisnya Konoha 😀

gak tau juga maksudnya apa ini dipajang :D

gak tau juga maksudnya apa ini dipajang 😀

 

 

 

Oke, kelebihan sudah, lalu kekurangannya dong? Yap, konoha tentu punya kekurangan. Adalah letaknya yang relatif jauh jika dibandingkan dengan kantin-kantin asrama lainnya. Belum lagi para konsumennya diwajibkan turun-naik tanjakan yang tidak bisa dibilang tidak melelahkan. Ditambah, jalan menuju ke Konoha akan sangat gelap saat matahari telah tenggelam di peraduannya. Tapi, layaknya pepatah, ‘Kekuranganmu adalah kelebihanmu‘, saya terkadang menganggap hal ini justru sebagai kelebihan Konoha. Sebab, hal ini menyebabkan suasana Konoha yang comfy, tenang dan menyenangkan. 🙂

***

Parara’s Stuff #2: We love you, Konoha (Tsunade)

menu sarapan hari ini (tumben ayam, biasanya juga paling mentok tongkol)  :D

menu sarapan hari ini (tumben ayam, biasanya juga paling mentok tongkol) 😀

 

Iklan

About pararawendy

Once A Dreamer, Always Be The One Lihat semua pos milik pararawendy

4 responses to “Parara’s Stuff #2 : Konoha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: