Happy 2014!

Bukankah benar bahwa  “better late than never”?.

Happy New Year 2014! 🙂

Happy-New-Year-2014-Text-SMS-for-girl-friend

Huaah, finally i’m back, guys. Setelah sekian lama menelantarkan blog ini, akhirnya saya punya kekuatan untuk kembali mencoba membagi beberapa kata ke kalian. Percaya atau tidak, selama saya vakum menulis di blog ini, situasinya seperti saya terkunci di suatu ruangan yang pengap. Saya ingin mendobrak satu-satunya pintu keluar dari ruangan tersebut yang berarti kembalinya saya menulis, tapi entah, karena terlalu malas ditambah terjebak dalam kelembaman tak menuangkan pikiran dalam tulisan, saya tak kunjung bisa mengupdate blog ini. Lantas, tak jarang saya mengkambing hitamkan waktu dengan berucap “gak sempet mulu nih mau nulis” saat beberapa teman menanyakan kapan saya akan berbagi tulisan kembali. Padahal, yang benar adalah saya yang tidak mencoba menyempatkan menulis. Astaga! -..-

***

Yap, itulah salah satu poin review penting saya di tahun 2013. Saya masih punya masalah yang cukup serius dengan manajemen waktu. Terkadang, saat saya menganggap tidak ada waktu untuk mengerjakan sesuatu, sebenarnya seringkali saya yang salah. Saya yang tidak menyempatkan. Oke, poin masalah telah terdeteksi, then what should i do? Obvious, saya harus mencoba lebih tegas pada diri saya untuk benar-benar melakukan aksi dari apa yang telah saya rencanakan. A simple action is thousands better than a termendous huge plan.

PLAKK!! Saya seperti ditampar oleh kalimat terakhir tepat di seluruh wajah. Saya baru saja tersadar bahwa masalah beraksi masih menjadi salah satu musuh terbesar saya! Daripada saya beretorika lebih jauh, mungkin lebih baik saya simpan poin ini sebagai evaluasi mendalam diri ~~

***

Menyambung greeting saya pada awal tulisan ini, tahun 2014 ini sedikit (mungkin lebih banyak) spesial bagi saya pribadi. Sebab suatu hari di Januari kemarin, saya genap berusia 20 tahun. Wah!

Suka tak suka, akhirnya berakhir sudah masa-masa belasan tahun yang penuh dengan kealayan berjuta pengalaman hidup yang warna-warni. Terutama dua setengah tahun terakhir, saya merasa banyak terupgrade dengan bermacam pengalaman setelah menjadi anak rantau yang nun jauh dari kampung halaman (lebay).

Bagi saya, menjadi dua puluh tahun itu berarti banyak (konsekuensinya). Berumur dua puluh artinya tingkat tiga kuliah, tahun ketiga di tanah rantau, sudah dipaksa untuk memikirkan kehidupan pasca kampus secara lebih serius. Dan . . ., dan. . . .. Banyak. -..-

Atas nama banyaknya arti menjadi dua puluh itulah, jujur, saya agak merinding tiap menyadari bahwa umur saya sudah kepala dua (yang ini serius). Saya teringat Marc Marquez. Tahun lalu, di umurnya yang keduapuluh, dia berhasil merengkuh gelar juara dunia Moto GP, menjadi pembalap nomor satu di dunia. Lah, saya? Tentu saja mayoritas dari kalian sepakat bahwa perbandingan barusan bukan sesuatu yang proporsional. Tetapi, yang saya highlight dari seorang Marc Marquez  adalah visi dari laki-laki berusia dua puluh tahun untuk melakukan sesuatu yang besar, definitely big! Dan faktanya dia bisa meraihnya. Semangat bervisi dan beraksi itulah yang semoga dapat kita, terutama saya, ambil.

Semoga semuanya menjadi semakin baik di tahun dan umur yang baru ini Biiznillah. 🙂

Iklan

About pararawendy

Once A Dreamer, Always Be The One Lihat semua pos milik pararawendy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: