(Another) Great Night at Cempaka 17

Kalian yang sudah khatam masa putih-abu abu dan masih haus menuntut ilmu (baca: melanjutkan kuliah), tentu tidak asing dengan dua kata ini:

anak kost

Aha aha, yaa. Dua kata yang begitu akrab di telinga, bukan? Apalagi bagi kalian yang memilih melanjutkan pendidikan di tanah rantau (jauh dari orang tua, red), dua kata tadi niscaya menjadi status baru kalian 😀

Menjadi anak kost rasanya memang nano-nano, men. Ada manis, asem, asin, rame! Adakalanya jadi anak kost rasanya manis, pas ada temen kost yang milad terus ngadain syukuran contohnya. Asem, pas kekunci di luar kost gak bisa masuk gegara pulang kemaleman (baca: pulang pagi). Asin, pas kalender bilang tanggal sudah kepala dua. Ahaa, lengkap deh!

Cempaka 17, itulah dia kost-kostan saya! Rumah Bapak Chamim (pensiunan dosen Fahutan) ini rasanya sudah lengkap menjadi latar bermacam tingkah gila saya dan teman-teman sekost. Karaoke sableng pas suntuk, guyon gendeng terus-terusan, tidur seharian sampe kepala pusing, dan buanyak hal koplo lainnya! 😀

 

***

Senin, 30 Juni 2014

Ada sesuatu yang spesial hari ini, Kak Afdi, penghuni paling senior C-17 sedang bersuka cita. Hari ini, salah satu laporan paling horor di PPDH (Program Pendidikan Dokter Hewan) yang sedang dijalaninya akhirnya ditandatangani oleh dosen pembimbing kampusnya yang (juga) sangat horor.

Laporan paling horor? Sebenarnya kurang pas. Yang benar adalah dosen pembimbing kampusnya ini yang membuat segalanya menjadi horor. Sebab, usut punya usut, ternyata dosen pembimbing Kak Afdi ini adalah dosen paling killer se-FKH IPB. Segala karakterisrik ke-killer-annya yang saya dengar dari Kak Afdi (dan seluruh teman FKH) mungkin tak usah saya tulis disini ya. Laporan praktik lapang bulan oktober 2013 yang baru ditandatangi akhir Juni 2014 tentu sudah cukup jadi bukti betapa sadis sang dosen ini. :E

Karena itulah, dalam rangka euphoria merayakan hal ini, kami para penghuni C-17 langsung menggelar acara nge-game all nite long! Saya dan Kak Afdi main DotA sampai lewat tengah malam, sadar harus bangun sahur jam setengah empat. Vian dan Uzi main PES sampai pagi! -…- 😀

formasi laptop di kamarnya Nirwan, Vian & Uzi sudah curi start duluan :-D

formasi laptop di kamarnya Nirwan, Vian & Uzi sudah curi start duluan 😀

Hasilnya? Vian dan Uzi kompak gagal bangun sahur sodara-sodara! Astaga, mereka main PES sampa jam tiga lewat. Lalu tewas terkapar, hanya sepuluh menitan sebelum Ibu Kost menyajikan makan sahur. Ironi sekali nak. Saya sudah berkali mencoba membangunkan keduanya, tapi gagal. Ah sudahlah, memang malang nasibmu nak. 😀

***

Ok, itu dia secuil kisah hari ini. Betapa satu lagi malam yang keren telah kami lalui.

Anyway, Once more, selamat Kak Afdi! 🙂

 

Iklan

About pararawendy

Once A Dreamer, Always Be The One Lihat semua pos milik pararawendy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: