Jalan-Jalan Ke Bandung ft Gumatika

Suatu weekend di bulan Mei kemarin, tanggal 17 tepatnya, saya akhirnya berhasil mewujudkan salah satu keinginan saya, main ke bandung! 😀

Well, benar adanya kalau kalian menyimpulkan ini late-post. Biarin, saya memang sudah mengatur sedemikian rupa sehingga post ini menjadi bak pahlawan yang munculnya belakangan dan mengalahkankan sang raja iblis (ngomong opoo too, paar 😀 )

Banyak orang di luar sana (sebelah mana?) yang berkeyakinan bahwa Bogor-Bandung itu dua kota yang deket, sebelahan aja gitu. Saya sebelum ke Bandung juga berpikiran yang sama, Bogor ke Bandung paling kayak Bogor ke Depok. Et, et, itu salah besar meen. Bogor-Bandung boro-boro dibilang deket, 4 jam men, empat jam pake mobil. Sudah mirip kayak Sampit-Palangkaraya kan? Ckckck.

***

Oke, jadi judul jalan-jalan ke bandungnya kemarin itu “Aksioma 2014” (Aksi Kunjungan Mahasiswa Matematika). Yap, itu nama dari salah satu proker-nya departemen Public Relation di Gumatika Heroes 2014. Isi acaranya jelas, studi banding ke jurusan matematika di perguruan tinggi lain (baca: murni jalan-jalan hahaha). Tahun ini yang PT beruntung (?) kami samperin adalah.. jeng jeng..Institut Teknologi Bandung! uwaaw (sound effect)

 

Atas dasar cinta yang begitu besar dana yang terbatas, panitia aksioma memutuskan bahwa perjalanan Bogor-Bandung-Bogor harus terjadi dalam satu hari yang identik. Jadilah, panitia getol banget melakukan woro-woro ke peserta yang ikut bahwa bus akan berangkat jam tiga shubuh teng, yang telat pasti ditinggal, begitu bunyinya. Saya sih menganggap woro-woro  tadi klise, “Ah, paling ngaret lagi ngaret lagi. Ah, yang telat pasti gak mungkin ditinggal”. Ehh, tapi di hari-H woro-woro tadi beneran dilakuin meen. Ada satu anak yang telat, alasannya ketiduran setelah sudah rapi siap-siap, dan ditinggal, sekali lagi, (beneran) ditinggal. Aiih, malangnya nasibmu nak. 😦

Rest area yang kami singgahi

Rest area yang kami singgahi

katanya yang punya rest area ini salah satu mantan presiden RI lhoo, tebak siapa! :-D

katanya yang punya rest area ini salah satu mantan presiden RI lhoo, tebak siapa! 😀

 

Singkat kisah, kami sudah sampai di di kampus teknik terbaik di negeri ini. Saya yang baru saja jatuh tertidur terpaksa harus berulang kali mengusap mata, berusaha kembali melek. Turun dari bus. Kesan pertama: sungguh memesona! Kampus ITB ternyata asri dan udaranya pun nyaman dan dingin (lebih sejuk dibandung Bogor malah, rasanya). Di beberapa sudut jalan terdapat kuda wisata lengkap bersama pemandunya.

hal pertama yang saya lihat setelah turun dari Bus

hal pertama yang saya lihat setelah turun dari Bus

Ini bus saya :D

Ini bus saya 😀

Kudanya sih cakep, tapi kalo ininya mah... #tutup idung -...-

Kudanya sih cakep, tapi kalo ininya mah… #tutup idung -…-

ada rental sepeda juga di kawasan ganesha

ada rental sepeda juga di kawasan ganesha

Kami kemudian diantar oleh dua orang mahasiswa math ITB menuju ruangan tempat lokasi acara. Di sela-sela langkah dalam perjalan itu, saya merasakan kultur kehidupan kampus yang sedikit berbeda genre dengan IPB. Beberapa saat kemudian, saya bersama teman-teman sudah duduk manis di ruangan acara. Sarapan adalah agenda selanjutnya, sebelum acara resmi dimulai.

penasaran apa sih kata yang dicat itu?

penasaran apa sih kata yang dicat itu?

tuh tarip parkirnya

tuh tarip parkirnya

koridor yang kami lewati menjuju lokasi acara

koridor yang kami lewati menjuju lokasi acara

hayo looo

hayo looo

Studi banding ternyata memang acara utama dalam kunjungan kali itu, banyak hal yang saya dapatkan mengenai keorganisasian khususnya dalam bidang keprofesian matematik. Himatika ITB ternyata jauh lebih mumpuni dibanding Gumatika IPB, spirit keilmuan di tiap sudut Himatika terasa sangat kental dan hidup! Waah. 🙂

mereka juga bikin kaos komersil lhoh

mereka juga bikin kaos komersil lhoh

majalah fourier yang agung :3

majalah fourier yang agung :3

tuh kan betapa kecenya artikel meeen :3

tuh kan betapa kecenya artikel meeen :3

duo kahimp (ketua himpunan), yang kanan kahimps saya :D

duo kahimp (ketua himpunan), yang kanan kahimps saya 😀

Setelah sesi FGD (Forum for Gathering & Discussion) selesai, kami Gumatika diajak keliling kampus, semacam campus tour singkat gitu. Banyak hal yang saya lihat, yang mayoritasnya berbau dan bernuansa teknik (ya iya laah). Setelah beberapa saat mampir ke sekretariat Himatika, kami akhirnya dipandu ke tempat makan siang (baca: tempat futu futu hahaha).

Campus Touurr :D

Campus Touurr 😀

IMG_20140517_120201 IMG_20140517_120318 IMG_20140517_120422

penampakan depan sekret himatika ITB

penampakan depan sekret himatika ITB

futu futu dulu di depan sekret :D

futu futu dulu di depan sekret 😀

ordinary mading

ordinary mading

IMG_20140517_121023

tuh, milih sampah aja kok galau :D

tuh, milih sampah aja kok galau 😀

tekkkiiim (salah fokus)

tekkkiiim (salah fokus)

narsis dulu :D

narsis dulu 😀

Tak terasa, kami menginjak penghujung acara studi banding. Tibalah saatnya acara terakhir, shalat zuhur di Masjid Salman. Bye Himatika ITB. Waah syedih. 😦

kumpul perpisahan Gumatika Himatika :(

kumpul perpisahan Gumatika Himatika 😦

temen pada narsis di depan gerbang ganesha

temen pada narsis di depan gerbang ganesha

 kelilipan apaan mas? :D oyaa, agak kecewa ding ke ITB nih, gak ketemu sama salah satu orang yang namanya ada di spanduk ini ~~

kelilipan apaan mas? 😀
oyaa, agak kecewa ding ke ITB nih, gak ketemu sama salah satu orang yang namanya ada di spanduk ini ~~

suasana pelataran salman

suasana pelataran salman

rak sepatu

rak sepatu

IMG_20140517_132804 IMG_20140517_133512 IMG_20140517_133517

ngambil duit di ATM centre ITB :D

ngambil duit di ATM centre ITB 😀

ATM centre ITB

ATM centre ITB

taraaa

taraaa

Studi bandiing boleh sudah beres, tapi main ke Bandung nya belum meen. Agenda Aksioma dilanjutkan dengan melancong ke Ciwalk, Cihampelas Walk. Ciwalk itu ternyata mall yang mengusung konsep unik berupa bangunannya mirip jalan-jalan semi terbuka gitu. Karena kere gak menganggarkan dana buat belanja, saya hanya berputar-putar mengelilingi mall yang unik ini. Oiya, saya tentunya tetp jajan, tebak saya beli apa? Peyeum (bahasa sunda untuk tape singkong), lapar mata, saya beli peyeum setengah kilo, dan berujung di bak sampah beberpa hari kemudian. Habisnya, saya pikir peyeum itu tape singkong yang gimanaa gitu, eh ternyata sama persis gak ada spesialnya dibanding ordinary tape singkong meen -…-

Ciwaaalk :D

Ciwaaalk 😀

tuh keren kaaan *rak di musolla Ciwalk

tuh keren kaaan *rak di musolla Ciwalk

Finally, deket maghrib, rombongan Aksioma kembali ke peraduan, eh ke habitatnya semula. Kami pulang ke The Lovely Rain City. Bye Paris van Java 🙂

Iklan

About pararawendy

Once A Dreamer, Always Be The One Lihat semua pos milik pararawendy

4 responses to “Jalan-Jalan Ke Bandung ft Gumatika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: