Serba Serbi 9 Juli dalam Perspektif Parara (episode 1)

Peduli atau tidak, lusa, Rabu 9 Juli 2014 pemimpin bangsa ini untuk lima tahun kedepan akan ditentukan. Logistik pemilu sudah didistribusikan, surat suara sudah dicetak, disebar ke seluruh penjuru negeri ini. Hanya ada dua pasang foto disana, Prabowo-Hatta di nomor urut 1 dan Jokowi-JK di nomor urut 2. Acuh? Silakan. Tapi jangan banyak cakap jika Indonesia 5 tahun kedepan tak sesuai dengan harapan.

pilpres-2014

Berdasar survei LIPI terakhir (per 26 Juni 2014), elektabilitas Prabowo-Hatta  dan Jokowi-JK secara berurut adalah 34% dan 43%. Sisanya, sekitar 23% belum menentukan pilihan, atau bahasa inteleknya undecided voters, atau bahasa gaulnya pemilih galau. Kedua tim sukses pemenangan capres-cawapres lantas sepakat betul untuk bertarung memperebutkan angka yang 23% ini. Siapa yang berhasil mengambil hati yang para pemilih galau ini, dia yang akan memimpin negeri ini. Begitulah kurang lebih penggambarannya. Banyak cara yang telah dilakukan, mulai dari menampilkan prestasi dan keunggulan calon yang diusung, hingga (ini yang memprihatinkan) mencari kejelekan calon lawan kemudian mempublikasikannya seluas yang dibisa.

Ah, sudahlah. Faktanya, Hari ini adalah hari kedua masa tenang. Tulisan ini tidak akan berisi dukungan yang terlalu memihak salah satu pasangan capres-cawapres. Tulisan ini hanya akan berisi serangkaian komentar  tentang walkthrough  proses jalannya momentum lima tahunan pemilihan pemimpin negeri ini.

***

Mulai dari anak emas PDIP yang akhirnya mendapat mandat Ibu Suri

Jokowi mencium Merah Putih sesaat setelah selesai mendeklarasikan diri menjadi capres

Jokowi mencium Merah Putih sesaat setelah selesai mendeklarasikan diri menjadi capres

Pertengahan Maret kemarin, Jokowi akhirnya mendeklarasikan diri menjadi calon wakil presiden dari PDIP. Dalam pidato deklarasinya yang singkat itu, intinya Beliau mengatakan bahwa telah mendapatkan mandat dari partai (baca: ketum partai). Sontak, saya sedikit kecewa dengan keputusan yang Beliau ambil. Kenapa terlalu cepat Pak?

Di dalam dunia idealis saya, saya membayangkan sosok Jokowi dapat memimpin Ibukota hingga berakhir masa jabatannya. Fokus membenahi kebobrokan Ibukota yang sudah sangat akut itu. Baru lah, kalau mau maju di 2019 restu saya sepenuh hati. Tapi apalah mau dikata, ternyata kader terbaik partai moncong putih ini tak kuasa menolak instruksi dari ketumnya.

Saya percaya dengan kalimat terakhir saya barusan. Jokowi bukanlah seorang kutu loncat yang digembar-gemborkan orang-orang. Beliau saya yakin bukan orang yang haus akan kekuasaan. Beliau ‘hanya’ tak kuasa menolak instruksi untuk dicalonkan menjadi presiden oleh ketumnya. Secara normatif idealis, tidak demikian memang seharusnya sikap yang (lebih) benar. Tapi, paling tidak, (saya percaya) beliau tak seburuk yang dikatakan orang-orang.

 

Ditanggapi dengan Kepanikan Prabowo

Deklarasi Jokowi ternyata bak langsung menabuh genderang perang. Prabowo, sebagai calon yang sudah jauh lebih dulu mendeklarasikan diri merasa kebakaran jenggot. Lantas, dilontarkanlah istilah “pemimpin boneka” bagi lawan barunya ini. Tak lama berselang, diungkit pula apa yang disebut dengan “perjanjian batu-tulis” yang diteken ketum kedua partai (Gerindra & PDIP) lima tahun silam. PDIP seharusnya mendukung pencalonan Prabowo tahun ini.

Kepanikan yang wajar, sebab sosok yang baru saja mendeklarasikan diri ini bukan sosok sembarangan, melainkan sosok yang konon katanya merajai survei “Capres Alternatif 2014” yang digelar oleh beberapa lembaga survei. Benar saja, Jokowi waktu itu memang dielukan sebagai Capres Alternatif oleh berbagai kalangan, bersanding dengan nama macam Mahfudz MD, Dahlan Iskan & Tri Risma Harini, Jokowi ‘menang’ telak.

beberapa capres alternatif yang diumbar media

beberapa capres alternatif yang diumbar media

 

Hasil pileg membuat Kisruhnya Peta Koalisi Partai Politik & Gugurnya Ical Sebelum Bertanding

Pileg yang digelar semarak ternyata membawa kejutan. Banyak hal yang tak terduga muncul sebagai hasil. Demokrat yang terjun bebas, PKB yang melesat naik, PPP dan Hanura yang remuk. PDIP yang sejak awal diprediksiksi akan memenangi pileg memang terbukti menang, walaupun jumlah suara yang diraih tak sampai pada taraf presidential tresshold. Jokowi effect yang mereka harapkan ternyata tak sehebat yang mereka pikir.  Tiga besar pemenang pileg selanjutnya disusul oleh Golkar & Gerindra.

peringkat partai di pileg 2014

peringkat partai di pileg 2014

Loby-loby koalisi politik pun dilancarkan hebat, kesana-kemari. Akhirnya hanya terbentuk dua poros, PDIP & Gerindra. Poros PDIP disokong oleh Nasdem & PKB. Sedangkan Gerindra antara lain disokong oleh PKS, PPP, PAN, Hanura & Golkar. Ya, benar  Golkar. Malang bagi Ical, karena elektabilitasnya yang tak kunjung memadai, Rakernas Golkar akhirnya memutuskan agar Ical mundur jadi capres.

Meskipun demikian, Golkar ternyata tidak satu suara. Tak sedikit kadernya yang membelot mendukung koalisi sebelah, mendukung Jokowi. Setali tiga uang dengan Golkar, Demokrat juga multi-suara. Ketua Dewan Pembina Demokrat, SBY, mengatakan partainya netral saja, meskipun tidak benar-benar berakhir demikian. Ah, dasar politik.

Galaunya Jokowi mencari Pendamping & Pendamping tak terduga Prabowo

Saat ditanya siapa pendampingnya saat deklarasi, Jokowi enggan menjawab. Terlalu dini ujarnya, nanti akan diumumkan setelah pileg. Namun ternyata, memilih pendamping bukanlah sesuatu yang mudah bagi Jokowi. Terbukti, JK resmi dideklarasikan sebagai cawapres Jokowi pada tanggal 19 Mei 2014, setelah beberapa minggu disebut-sebut menjadi kandidat kuat pendamping Jokowi.

Deklarasi Jokowi-JK

Deklarasi Jokowi-JK

Lain Jokowi, lain Prabowo. Secara mengejutkan, Prabowo menggandeng Hatta Rajasa sebagai pendampingnya. Banyak kalangan tersentak, dasarnya apa? Hatta memang bukan nama kuat di survei maupun media. Entah apa yang ada di pikiran Prabowo. Padahal, cawapres yang sempat dielukan adalah ketua KPK Abraham Samad & Mantan Ketua MK Mahfudz MD, bahkan sempat pula Ical disebut-sebut.

Prabowo-Hatta

Prabowo-Hatta

Maraknya Kampanye Hitam Perusak Orientasi

Mungkin, hal yang paling menyedihkan dari pelaksanaan pilpres tahun ini adalah maraknya kampanye hitam. Kampanye hitam terjadi dimana-mana, di berbagai media. Bermacam isu yang tak punya landasan bukti otentik dimunculkan di permukaan. berikut adalah beberapa isu yang paling noticable

Kubu Prabowo

BC_4createimage_medium

Prabowo diserang dengan banyak isu. Namun yang paling utama rasanya tidak lain adalah isu tentang HAM. Beliau katanya disinyalir telah melakukan pelanggaran HAM berat terkait dengan penculikan para aktivis 98. Astaga, betapa kurang-kerjaannya orang yang mencetuskan isu ini. Bagaimana isu ini baru diangkat, padahal Prabowo adalah cawapres Megawati pada pilpres 2009. isu yang sungguh sudah usang dan tak relevan.

Kubu Jokowi

images

Jokowi juga diserang habis-habisan, dengan ‘peluru’ utama adalah ingkar janji terhadap warga DKI dan tak becusnya programnya di DKI. Lalu juga diangkat pula isu bahwa track record nya tak sebagus yang dikabarkan media. Astaga, yang ini juga tidak kalah masuk akal. Bagaimana mungkin beragam program yang progresif di DKI setahun terakhir dibilang tak becus. Dibilang DKI bertambah macet, banjir masih terjadi. Hei, dipikir membenah masalah kronis DKI itu semudah membalik telapak tangan? Astaga. Satu lagi, ini yang paling memuakkan, Jokowi dikatakan pemimpin yang penuh pencitraan. Astaga, saya sampai tak bisa menanggapi isu tak berdasar ini saking aksiomatik ketidakbenarannya.

Coba akur begini :-)

Coba akur begini 🙂

Nah, begini juga boleh :-)

Nah, begini juga boleh 🙂

Gagasan Utama Masing-Masing Calon

Selayaknya calon pemimpin yang baik. Kedua calon bersemangat membawa gagasan utama, atau yang sering disebut dengan visi-misi. Prabowo, yang saya tangkap, gagasannya berpusat pada kebocoran uang negara ribuan trilyun yang terjadi tiap tahunnya. Sehingga, katanya, kita harus hemat namun kesejahteraan rakyat harus tetap meningkat.

Lain halnya dengan Jokowi, beliau mengangkat gagasan implementatif untuk menyelesaikan masalah di negeri ini. Semua masalah di negeri ini sebenarnya sudah kita ketahui bersama, yang belum adalah menyelesaikannya, ujarnya. Poin implementatif antara lain adalah pembangunan SDM lewat pendidikan, pembangunan infrastruktur dan penyederhanaan proses birokrasi.

Bergesernya idealisme Prabowo

Seingat saya, di suatu edisi Harian Republika bulan Maret, Prabowo mengatakan bahwa terjadi kebocoran dalam APBN tahunan negara kita. Besarnya konon mencapai 1000 T lebih! Kata yang saya highlight adalah APBN. Ya, seingat saya saya benar-benar membaca bahwa APBN kita bocor. Seingat saya, sumber kebocoran itu antara lain adalah tidak terserapnya anggaran dan pemberian subsidi yang salah sasaran.

Nah, yang terjadi belakangan ini adalah Prabowo menegaskan bahwa angka 1000 T yang dibahanakan itu ternyata potensi kebocoran uang negara, bukan APBN. Kalimat selanjutnya yang sering dengar untuk melengkapi penyataan barusan adalah APBN kita 1800 T, jadi tidak mungkin bocor sebanyak itu (1000 T, red). Entahlah, sepertinya telah terjadi pergeseran gagasan disini.

Disisi lain yang masih senada, dulu, seingat saya Prabowo adalah pengkritik pemerintahan SBY lengkap dengan beragam kebijakan yang dikeluarkan. Tetapi, coba perhatikan di beberapa edisi debat capres-cawapres terkahir. Prabowo bersama Hatta seperti mengopinikan bahwa jika mereka terpilih, mereka akan melanjutkan kinerja pemerintahan SBY yang sudah baik ini dan mencoba untuk memperbaiki hal-hal yang belum baik. Entahlah pak, saya jadi disorentiasi ini.

Pak BeYe yang ternyata Plin-Plan

Pak Beye resmi dukung Prabowo-Hatta

Pak Beye resmi dukung Prabowo-Hatta

Pak Beye, oh Pak Beye. Beberapa hari kemarin, bukankah Bapak bilang akan bersikap netral? tak memihak siapapun? Tapi coba lihat sekarang, ternyata Bapak terang-terangan mendeklarasikan diri mendukung pasangan Prabowo-Hatta. Oh, Saya penasaran apa yang ada dalam pikiran Bapak. Bapak membuat saya semakin tidak mengerti dengan sesuatu yang dinamai “politik”.

pilpres-2014

Hayo pilih yang mana?

Hayo pilih yang mana?

 

Iklan

About pararawendy

Once A Dreamer, Always Be The One Lihat semua pos milik pararawendy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: