Satu atau Dua?

Selamat pagi menjelang siang!

Menyongsong pemira (pemilihan raya a.k.a pemilunya anak IPB), saya ingin sedikit menulis–tentunya dalam pandangan saya–tentang momentum tahunan yang agaknya sakral ini. Ohiya, jangan lantas buru-buru men-judge  bahwa tulisan ini akan berisi dukungan saya terhadap pasangan calon tertentu ya, saya tahu betul bahwa kemarin (8 November, red) adalah hari terakhir masa kampanye. Jadi tulisan ini saya pastikan tidak memiliki niatan politis tertentu. Tulisan ini adalah bentuk keisengan saya saja bermatematika, yang saya bawa ke issue pemira. 😀

***

Kalian ingat dengan salah satu permainan tebak-tebakan dimasa kecil kita dulu?

Seseorang menyuruh kita memikirkan satu angka, terserah, kemudian dia menyuruh kita melakukan sejumlah operasi terhadap angka yang kita pikirkan tadi, lalu setelah selesai, dia dengan bangganya menebak angka apa yang menjadi hasil dari serangkaian operasi barusan. Dan dengan magis tebakannya benar! Hebat!

Nah, pada kesempatan ini saya akan mencoba memberikan penjelasan matematisnya. Sebab sebenarnya mudah saja rahasianya. Semua orang saya pikir akan bisa membuat tebakannya sendiri jika telah mengetahui rahasianya ini.

Inti dari tebak-tebakan ‘magis’ ini sebenarnya adalah aljabar sederhana. Kita minta seseorang memikirkan sebarang angka, karena sebarang, kita misalkan saja angka ini dengan X. Kemudian kita lakukan serangkaian operasi matematik terhadap X ini tadi dengan tujuan akhir menghilangkan X dan menyisakan bilangan yang telah kita inginkan. Agar tidak kentara bahwa sebenarnya X itu tidak mempengaruhi hasil akhir, jangan terburu-buru melakukan operasi menghilangkan X. Lakukanlah operasi penghilangan itu diakhir, biar semakin terasa magisnya.

ilustrasi metode :-)

ilustrasi metode 🙂

Okeh, sekarang sudah tau kaan rahasianya? Mudah bukan? Atau jangan-jangan masih belum terlalu paham? Hmm. Baiklah karena saya memang baik hati (apacoba) nih saya kasih contoh konkretnya nih. Simak yak!

Untitled

 

Gimana? Pasti sudah kebayang kan sekarang? Nah, sekarang tugas yang tersisa perkara sepele. Menyusun redaksi kalimat yang mengarahkan namun seolah-olah netral. Agar lebih terasa magisnya (netralitasnya), sebut saja X dengan umur, 14 itu kan dua digit terakhir tahun pemira, dan 13 itu tanggal pemira tahun ini (FYI: pemira KM tahun ini jatuh pada 13 November 2014). Daan Voilla!

 

sisanya selalu SATU kaan? :-P

sisanya selalu SATU kaan? 😛

kalo yang ini selalu DUA kaan? :-P

kalo yang ini selalu DUA kaan? 😛

Okay then! Selamat ber-propaganda yaa! Tapi Ssssstt, jangan kasih tau timses (tim sukses) lawan yaaa! Ahahahahah 😀

Iklan

About pararawendy

Once A Dreamer, Always Be The One Lihat semua pos milik pararawendy

2 responses to “Satu atau Dua?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: