Kampoeng Inggris #4

Beli jeruk ngapain sampai ke Kenya

Jeruk purut mah banyak di Jatinegara

Selamat rabu malam semuanya

Daripada gabut, mending baca blog Parara

Ahahaha. Pantunnya jayus ya? Biarin. Saya memang lagi suka geje a.k.a gak jelas belakangan bukannya emang selalu geje ya Par?. Sebenarnya sekarang lagi periode bertaburannya tugas kuliah dimana-mana. Minta banget diselesaikan (ya iyalah!). Tapi tekad saya sudah bulat, saya akan melamar gadis pujaan hati saya menggenapkan (baca: menyelesaikan) seri tulisan “Kampoeng Inggris” malam ini. Eit, sebelum lanjut, bagi yang belum sempat membaca episode-episode sebelumnya dari seri ini. Ini dia eps1, eps2, dan eps3. Kalau sudah, yuk kita lanjut yuuk! 🙂

 

***

Sebulan di Kampung Inggris, saya tentu tak ingin duduk manis saja, menghabiskan waktu dengan rutinitas camp-course-canteen-repeat. Saya ingin liburan juga. Agak aneh memang, sebab saya di kampung inggris saja sudah dalam rangka liburan. Jadi saya ingin liburan di dalam liburan gitu. Ahahaha. Parara manusia memang aneh kadang-kadang. 😀 Alhamdulillah, terlepas dari keanehannya, keinginan saya –memang selalu– dijabah. Saya sempat merasakan dua kali keluar dari lingkup kabupaten kediri selama saya di kampung inggris. Pertama ke Blitar, kedua ke Malang. Dari dua kabupaten tersebut, saya ke pantai, makam, dan gunung.

Liburan dalam liburan saya yang pertama adalah ke Blitar. Saya kesana bersama dengan teman-teman satu camp, acara ekskursi camp Zeal. Jadi ternyata, camp Zeal itu punya agenda rutinan bahwa setiap periode (bulan), seluruh penghuni camp ditawari untuk mengikuti kunjungan wisata. Dan, saat periode saya, kunjungannya ke Blitar. “Ditawari?” ya benar, sebab biaya agenda ini tidak include dengan biaya camp, jadi bayar lagi gitu. Tapi saya sih semangat saja untuk ikut, toh biayanya juga masih dalam kategori terjangkau dan saya memang pada dasarnya suka jalan-jalan. 😀

kami berkumpul di camp zeal putri sebelum berangkat

kami berkumpul di camp zeal putri sebelum berangkat

Destinasi pertama adalah Pantai Tambakrejo. Pantai yang terletak di selatan Pulau Jawa ini sukses mengobati rasa rindu saya bermain pasir pantai dan ombak. Hal-hal yang positif dari pantai ini antara lain karangnya yang cantik, ombaknya yang lumayan tinggi, dan pasirnya yang relatif masih bersih. Sedang hal-hal yang perlu dibenah mungkin adalah jalan menuju lokasi yang masih belum diaspal mulus dan infrastruktur wisata yang masih sederhana. Di pantai ini, kami para penghuni Zeal melakukan outbond. Kami dibagi menjadi beberapa tim untuk bermain di pos-pos yang telah disediakan. Ohiya, pantai Tambakrejo itu unik. Sebab pantai terbagi menjadi dua bagian yang dipisahkan oleh bukit. Bagian pertama terletak di dekat tempat memarkir kendaraan, bagian yang ramai. Bagian pantai yang kedua sepi, tapi lebih eksotis. Jika kalian ingin ke bagian pantai yang kedua, kalian harus menyeberang sungai dulu sebelum lanjut mendaki bukit pemisah yang lumayan membuat capek karena terjal dan licin. Tapi yakin deh capek akan kebayar saat kalian sampai pada bagian pantai yang satunya. Hal yang menyedihkan di pantai ini adalah, saya kehilangan sendal yang sangat saya sayangi. Dengan cerobohnya saya meninggalkannya saat tim kami berpindah pos. Hiks 😦

nama perahu yang kece badai!

nama perahu yang kece badai!

kalian nyadar gak sih itu tulisan di jaket item? frontal banget kan -....-

kalian nyadar gak sih itu tulisan di jaket item? frontal banget kan -….-

di pos inilah saya lupa meninggalkan sendal kesayangaan :-(

di pos inilah saya lupa meninggalkan sendal kesayangaan 😦

jalan menuju sisi pantai yang lebih eksotis :-)

jalan menuju sisi pantai yang lebih eksotis 🙂

diatas bukit pemisah

diatas bukit pemisah

gaya dulu :-P

gaya dulu 😛

ombaaak :3

ombaaak :3

gayaaa (lagi) :-P

gayaaa (lagi) 😛

si Aher yang selalu galau :-P

si Aher yang selalu galau 😛

Puas bermain dengan ombak, sempat tertelan beberapa liter teguk air laut yang asin, kami melanjutkan perjalanan ke destinasi yang kedua. Makam Bung Karno. Sebenarnya, ini (waktu itu, red) bukan kali pertama saya pergi ke Makam Bung Karno, sebab saya pernah bersama adik sepupu pergi kesana setahun sebelumnya (saat saya juga liburan dalam liburan ke Kampung Inggris). Setelah membeli sendal jepit di toko depan makam, saya menikmati sudut-sudut bangunan komplek  makam yang ternyata lumayan luas. Bagi yang belum berkunjung, Makam Bung Karno itu bukan sekadar makam, tapi sudah disulap menjadi tempat wisata. Ada museum Bung Karno yang berisi macam-macam potret tentang Bung Karno, barang-barang pribadi, dan lainnya. Ada pula pasar suvenir oleh-oleh khas Blitar yang terletak di dekat pintu keluar.

tuh apa kata Bung Karno! :-)

tuh apa kata Bung Karno! 🙂

ini lukisan sakti, jika kalian lihat dari samping, bagian dada Bung Karno berdenyut -denyut lhoo #serius

ini lukisan sakti, jika kalian lihat dari samping, bagian dada Bung Karno berdenyut -denyut lhoo #serius

galeri potret di Museum Bung Karno

galeri potret di Museum Bung Karno

ada yang hobinya filateli?

ada yang hobinya filateli?

close enough? :-D

close enough? 😀

pasar suvenir

pasar suvenir

pasarnya berkelak-kelok udah kayak ular yang puaanjaang bung, ada kalo 10 kali saya menemui papan penunjuk kaya gini

pasarnya berkelak-kelok udah kayak ular yang puaanjaang bung, ada kalo 10 kali saya menemui papan penunjuk kaya gini

ahaha. annoying gak sih? :-D

ahaha. annoying gak sih? 😀

ada ini juga di sekitar makam. mengecewakan sih kata temen yang udah kesana~

ada ini juga di sekitar makam. mengecewakan sih kata temen yang udah kesana~

Seminggu berselang, saya kembali liburan (wejian). Kali ini bersama teman-teman di Daffodils. Kami melancong ke Gunung Bromo. Wiiiw. Cerita sedikit tentang kekonyolan yang saya lakukan sebelum berangkat ke Bromo. Saya menganggap Gunung Bromo itu seperti layaknya gunung-gunung yang menjadi tempat hiking yang menantang. Saya membayangkan bahwa saya harus siapkan kaki dan stamina yang kuat untuk layaknya memulai sebuah pendakian (gaya bat). Dan, ini yang super konyol, karena saya membayangkan bahwa tidak akan ada warung atau yang semacamnya di sekitar kami saat mendaki gunung ini, saya niat banget membeli gula jawa untuk pensuplai energi dan penahan lapar selama di atas sana (di atas mana woy paar? 😀 ). Tak main-main, saya beli setengah kilo cobaa! Ternyata eeeh ternyata sodara-sodara, boro-boro pendakian nan menantang dan dramatis yang saya dapat, lha wong Gunung Bromo itu duduk manis aja sudah sampai puncaknya –dengan naik jip. Sampai di puncak, kanan-kiri penuh dengan warung yang menjual jajanan dan suvenir. Haiiihh, jadilah saya cengar-cengir sendiri dan menutup tas rapat-rapat –malu kalau gula merahnya keliatan sama temen. Wkwkwkwk 😀

bela-belain nyari gula merah di Hypermart kediri -.....-

bela-belain nyari gula merah di Hypermart kediri -…..-

Benar sekali. Wahai kalian anak muda, jangan pernah berpikir bahwa Gunung Bromo itu seperti layaknya ordinary-hiking-mountain yaa! Gunung Bromo itu lain, dia tuh Gunung Wisata! Percaya deh lu ama guee! Kalian jangan sampai melakukan kekonyolan yang saya perbuat ya. Kalau mau ke Bromo ya kalem aja, dandan kayak mau mejeng. Gak perlu heboh. Okeey! 😀

Di Bromo, ada beberapa target yang dipasang saya dan teman-teman. Melihat sunrise yang memukau di puncak Bromo, mengunjungi kawah Bromo, bukit teletubbies dan pasir berdesis.Nyaris semua target terlaksana dengan baik, kecuali yang pertama. Ya, saat itu puncak Bromo sedang berkabut tebal, jadilah sunrise-nya terlampau malu-malu menampakkan diri. Anyway, saya bersama Trio Hap-Hap puas berfutu-futu tanpa melewatkan satu momen pun. 😛

aher pose dulu, deket puncak nih

aher pose dulu, deket puncak nih. tuh kabutnya masih keliatan kan?

Hanny gaya di bukit teletubbies :3

Henny gaya di bukit teletubbies :3

gak mau kalah doong

gak mau kalah doong. gaya geje puol!

ini tangga menuju kawah, kemaren iseng ngitung, jumlah anak tangganya kalo gak salah 242 deh. :-D

ini tangga menuju kawah, kemaren iseng ngitung, jumlah anak tangganya kalo gak salah 242 deh. 😀

tebak ini apa! dijalan menuju kawah

tebak ini apa! dijalan menuju kawah

tere tet teet. ternyata kotoran kuda bung. yap hal yang annoying adalah kotoran kuda ada dimana-mana -....-

tere tet teet. ternyata kotoran kuda bung. yap hal yang annoying adalah kotoran kuda ada dimana-mana dijalan menuju kawah -….-

ciiee ciiee qiw qiw :3

ciiee ciiee qiw qiw :3

gaya lagi bujaaang :3

gaya lagi bujaaang :3

irit budget, kita menjelajah pake doplak, bukan jip :-P

irit budget, kita menjelajah pake doplak, bukan jip 😛

 

***

Singkat kisah, selesailah liburan saya di Kampung Inggris. Saya sudah harus pulang ke Bogor untuk kembali kuliah. Betapa memorable semua kisah yang terjadi di Kampung Inggris. Dan, saya sepertinya akan kembali mengunjungi kampung penuh pesona itu di kuartal pertama tahun depan. Saya ingin menuntaskan target saya dalam belajar bahasa inggris. Ada yang mau nemenin? 🙂

Kampoeng Inggris, the series–END.

Iklan

About pararawendy

Once A Dreamer, Always Be The One Lihat semua pos milik pararawendy

6 responses to “Kampoeng Inggris #4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: