Flash Note: Rangkaian Mudik Lebaran 1435 H

Hellow Guys. 🙂

Langsung saja yaa, malam ini saya ingin posting tentang rangkaian mudik saya tahun lalu. Ya, agaknya memang sudah terlanjur menjadi momen yang berumur. Tapi tak apalah, yang berumur belum tentu tak menarik bukan? (kode?) Saya harus memenuhi janji diri yang sudah kadung (terlanjur, bahasa jawa, red) terucap. 😀

***

Menyambut lebaran tahun lalu, saya bertekad untuk kembali mensukseskan gerakan yang saya sebut dengan 3M (Mumpung Masih Muda). Tentu saja, konotasi yang tepat untuk makna gerakan 3M ini adalah “saya harus mensyukuri nikmat masa muda saya, periode otot kawat tulang besi (gatot kaca?) dengan mencoba (baca: menjelajah) banyak hal –tempat– baru”.

Saya telah membuat keputusan, bahwa rute mudik saya kali ini (saat itu, red) harus lebih panjang dari yang sudah-sudah. Jadilah, saya membuat rangkaian mudik yang disisipi dengan nuansa-nuansa liburan gitu. Singkat kisah, saya memilih Solo sebagai pos pertama,  Magetan sebagai pos kedua, dilanjut dengan Surabaya di pos ketiga dan Banjarmasin sebagai pos keempat sekaligus terakhir sebelum mencapai puncak mahameru Sampit, kampung halaman saya. Whoa! Buset lu Par itu mudik apa fieldtrip jurusan? Jadi lu liburan di empat kota dulu sebelum pulang? 😀

inilah penampakan rute rangkaian mudik lebaran 1435 saya kemarin :-)

inilah penampakan rute rangkaian mudik lebaran 1435 saya kemarin 🙂

No no no. Sebenarnya sih, pos pertama dan ketiga itu bak pemanis doang. Orang cuma numpang lewat kok. Hehe. Ya, sejatinya tempat yang saya rencanakan untuk disinggah itu hanya dua, Magetan dan Banjarmasin. Tapi, dengan alasan dua tiket yang telah saya beli –tiket kereta api Jakarta-Solo dan tiket pesawat Surabaya-Banjarmasin– saya tak akan bisa sampai Magetan tanpa menginjakkan kaki di kota budaya Solo, alasan yang serupa juga untuk Surabaya.

Perjalanan Bogor-Magetan (via Solo)

Hmm. Karena sudah agak lama, izinkan saya mengingat-ingat momen-momen yang kiranya menarik untuk dibagikan ke kalian pada rute saya yang pertama ini..

tik

tok

tik

tok

tedeeet, waktu habis!

Ternyata tidak ada momen yang cetar-membahana sodara-sodara! (naon) Nothin is special, setelah pamit ke ibu-bapak kos, saya berangkat ke stasiun Pasar Senen. Sampai di sana, kaena intime, saya menunggu beberapa saat hingga akhirnya Si Senja Utama —nama kereta saya– siap untuk dinaiki. Saya naik, duduk, (mencoba) tidur dengan nyenyak, sampai deh besok paginya di Solo.

touch down solo

touch down solo

Oh iya, ingin berbagi saja, kalau kalian ingin pergi ke Pasar Senen menggunakan commuter line dari Bogor, jangan panik kalau commuter yang kalian tumpangi tidak berhenti di Stasiun Pasar Senen. Memang begitu kok, lha terus kumaha eta? Kalem, kalian turun saja di stasiun Gang Sentiong –tepat satu stasiun setelah Pasar Senen– lalu naiklah commuter arah Bogor, soalnya commuter arah Bogor berhenti di Senen. Sampai deh di Stasiun Pasar Senen. 🙂

Sampai di Solo, Deva, teman saya yang sudi menampung saya selama di Magetan, sudah menunggu. Tanpa wak-wek-wok, kami langsung berangkat ke rumahnya di Magetan.

IMG_20140715_092941

Pemandangan di lereng gunung lawu, OTW magetan B-)

IMG_20140715_092937

view nya broh! wiiw

IMG_20140715_094906

jadi solo magetan itu ngelewatin lereng lawu, makin ke atas makin berkabut >…<

IMG_20140715_095633

hayoloh jurang aja jadi gak keliatan >…<

jalan menuju rumah Deva :-)

jalan menuju rumah Deva 🙂

Pos pertama: Magetan

Mengapa saya memilih magetan untuk disinggahi? Jawabannya jelas, karena ada Deva yang sudi menampung. 😀 Tapi tak sepenuhnya begitu kok, sebenarnya saya membawa misi mulia: menapak tilas perjalanan cinta Bapak & Ibu dulu. Ciiiiee ciieee :-D. Ya ya, misi saya ke Magetan adalah menemukan air terjun Sarangan, tempat dimana Bapak & Ibu dulu berfoto untuk pertama kalinya setelah menikah. 🙂

Namun, bak pribahasa “jauh panggang dari api”, saya gagal melaksanakan misi tersebut. Atau mungkin berhasil?  Entah, saya juga tak yakin. Saya memang berkunjung ke air terjun di Sarangan, tapi kok rasanya beda sekali dengan yang ada di latar foto Bapak & Ibu ya.  Bapak, saat saya konfirmasi, juga setengah membenarkan letak air terjun itu. Tapi, kok air terjunnya sepi gitu. Ah entahlah.

IMG_20140716_115200

Di Sarangan, sebelum ke air terjun, ini namanya Danau Telogo Pasir 1257 mdpl 🙂

IMG_20140716_115841

Dua temen yang baik hati dan tidak sombong, Deva (kiri) dan mas siapa ya. duh lupa! -….-

IMG_20140716_120206

di sarangan banyak hotel loh! Secara tempat wisata kece hehe

IMG_20140716_120550

ada yang nyewain speedboat buat muter-muter telogo pasir, mau?

IMG_20140716_120602

nemu ini di sekitar telaga

IMG_20140716_120630

naah, jadi saya ke sini, bener gak sih?

IMG_20140716_120815

view kalo mau ke air terjun 🙂

IMG_20140716_121212

ajib yak

IMG_20140716_124115

edelweis banyak dibudidaya di sarangan loh guys!

IMG_20140716_124927

tadaaa! terlepas bener-salahnya menapak tilas, saya narsis saja dulu lah! 😀

IMG_20140716_125049

ini cadas banget gak sih? haha

Satu lagi, hari terakhir di Magetan. Keluarga Deva berbaik hati mengajak ke Desa Gandu. Desa ini unik sekali, karena punya tagline: Sentra Ayam Panggang. Yap, memang tak salah tagline, nyaris setiap rumah di desa ini menjual ayam panggang. Kami berbuka puasa di ayam panggang Bu Setu. Hmmm. Maknyus gan! 🙂

IMG_20140716_174522 IMG_20140716_174342 IMG_20140716_174911 IMG_20140716_182847

Pos kedua: Banjarmasin

Naah, kunjungan saya ke kota seribu sungai ini juga berbau nostalgia. Betapa tidak, saya serasa dejavu mengulang rute pertama saya, pertama kali naik yang namanya pesawat terbang saat saya kecil dulu: Surabaya-Banjarmasin (sendu menyergap). Dulu, saya ingat betul apa kata bapak pas saya tanya “Pak, ini di luar sana pemandangannya kayak apa ya Pak?” –karena waktu itu jadwal penerbangan kami malam, jawaban bapak begini “Di luar sana indah sekali dek, ada lautan awan putih yang lebih rendah dari kita”. Dan benar saja, saat itu, saat saya terbang melintas rute itu untuk yang kedua kalinya, awannya indah betul, seakan membenarkan jawaban bapak belasan tahun silam. Duh (homesick mendadak). 😦

waaaa #homesick fix

waaaa #homesick fix

Saya sampai di Banjarmasin jam dua lebih, terik matahari yang menyengat semakin menyadarkan saya bahwa saya sudah resmi menginjakkan kaki di borneo. Lagi, lagi, ada kawan yang baik hati menyambut dan menampung kedatangan saya di sana. Bang Rizal namanya, teman satu camp terakhir ke kampung inggris. 🙂

Di Banjarmasin, ada satu permintaan saya ke Bang Rizal: Antarakan ulun ke pasar terapung nang di iklan RCTI bahari tu pang, bang (Antarkan saya (sopan) ke pasar terapung yang di iklan RCTI dahulu itu tuh bang)Karena Bang Rizal itu orangnya super baik, permintaan saya diamini beliau. Tercapailah sudah salah satu destinasi impian saya! 🙂

Ahya, jadi di Banjarmasin itu, kalau tidak salah hanya ada tiga pasar terapung yang masih eksis sampai sekarang. Di dekat Pulau Kembang, di kanal kota (hanya ada setiap hari rabu kalau tidak salah), dan di daerah Lok Baintan. Nah, tebak saya berkunjung ke pasar yang mana? Yang ketiga meeen, yang paling epik meeeen. Epik? Ya, karena pasar terapung Lok Baintan lah yang masih sangat-sangat tradisional tanpa akulturasi budaya modern. Perahu-perahu kayunya masih tradisional, tanpa mesin hanya bermodalkan sampan kayu. Dandanan para penjualnya pun sangat alami. Tempatnya pun memang remote area gitu, pedesaan pake banget, kurang lebih satu jam dari jalan raya beraspal terdekat. Amazing banget lah pokoknya saya bisa sampai kesana 🙂

IMG_20140718_060018

kece berat kan pasar terapungnya 🙂

IMG_20140718_060044

Bang Rizal ikutan gaya juga 🙂

Pos terakhir: Rumah tercinta

Akhirnya, setelah nyaris seminggu merangkai mudik, saya pun sampailah di rumah. Dan memang benar apa kata pepatah, tiada tempat lebih indah melebihi rumah. 🙂

Iklan

About pararawendy

Once A Dreamer, Always Be The One Lihat semua pos milik pararawendy

2 responses to “Flash Note: Rangkaian Mudik Lebaran 1435 H

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: