SIN-SUM Backpackers Adv 4th-6th day: Joy of Padang

Halo semua, bagaimana kabarnya? Semoga semua baik-baik ya. Siang ini, mari kita lanjutkan seri petualangan seru (yakin, Par seru banget?) dari lima orang muda-mudi yang bertekad menjelajah Singapura dan Sumatera awal tahun lalu. Sudah seri keempat nih. Simak yak! 😀

***

21 Januari, lepas tengah hari

Setelah satu jam lebih di dalam pesawat, kami akhirnya mendarat di Padang. Adalah Abi, teman yang sudi (apa terpaksa ya jangan-jangan) kami repoti selama berada di tanah Minang ini. Menjemput kami, Abi sempat gundah gitu menunggu kami tak muncul-muncul di gerbang kedatangan. Gara-garanya, koper si Vina yang dibagasikan karena terlalu gede segede orangnya sih tak kunjung muncul di area klaim bagasi. Benar saja, koper Vina adalah salah satu bagasi paling akhir yang muncul disana. Okay, we’re ready to enjoy Padang!

Groufie perdana di depan Bandara Padang. :-3

Groufie perdana di depan Bandara Padang. :-3

Destinasi pertama yang Abi tawarkan ke genk Sin-Sum adalah rumah makan Padang beneran! Wow! Ibunya Abi, menyambut kami di rumah makan padangnya. Tau betul beliau bahwa perut kami sedang dalam masa paling optimal untuk diisi ulang (baca: lapar). Terimakasih Ibu, kami dijamu dengan dendeng dan rendang ASELI made in padang. Rasanya maknyuss broh! Gak ada apa-apanya deh semua masakan rumah makan padang yang ada di seluruh penjuru Indonesia kalo dibandingin sama yang ASELI Padang. :3

Ohiya ada info nih buat kalian semua yang belum tau, di Padang gak akan kalian temukan ‘Rumah Makan Padang’. Loh loh yang bener lu Par? Iya, yang ada adalah ‘Ampera’, cuman masalah redaksi saja sih sebenarnya. Ampera itu ya rumah makan yang isinya masakan padang juga. Heheh.

Selepas santap siang sangat nikmat itu, Abi mengantar kami berempat ke penginapan. Kami diantar ke sebuah motel syariah gitu. Tapi sampai sekarang, saya belum ngeh signifikansi-nya label ‘syariah’ di motel tersebut. Apakah karena motel tersebut menyediakan ruang musolla, dan para petugasnya berpakaian syar’i ya? Mungkin gitu kali ya.

Tuh, Hotel Alifa Syariah, nama hotelnya sama kayak nama keponakaan sayaa :-)

Tuh, Hotel Alifa Syariah, nama hotelnya sama kayak nama keponakaan sayaa 🙂

Bada maghrib, Abi menjemput kami untuk jalan-jalan part #1 di Padang. Kami diajak berwisata kuliner. Sate padang ORI, es durian yahud, dan kopmil (Kopi Milo) adalah menu yang kami lahap secara maraton. Mantab banget lah cita rasanya. Masakan padang gak ada yang gak enak rek. 

Sate padang ORI broh, lecker!

Sate padang ORI broh, lecker!

ini seriusan es durian badai!

ini seriusan es durian badai!

***

Keesokan harinya, setelah kembali ditraktir Ibunya Abi sarapan lontong sayur padang dan teh telur, kami berangkat menuju destinasi utama di Padang: Pantai Carucok! Perjalanan tak kurang dari sejam nyaris tak terasa memenatkan karena kami asyik cerita kesana-kemari di mobil dan pemandangan yang kece di kiri kanan jalan. Sampai di lokasi, kami membeli nasi bungkus untuk bekal makan siang, sebelum menyeberang ke pulau wisatanya menggunakan perahu.

nyeberang ke pulau wisata pake perahu, 10 ribu maharnya :3

nyeberang ke pulau wisata pake perahu, 10 ribu maharnya :3

indah ya broh

indah ya broh

pulau seberang yang menawaan, oh pantai carucook!

pulau seberang yang menawaan, oh pantai carucook!

Sampai di pulau seberang, kami sepakat untuk ber-snorkeling-ria, sebab pantai disana memiliki karang yang dangkal lengkap dengan beragam ikan warna-warninya. Kami punya perlengkapan snorkeling? Tidak kok. Di sana tersedia rental penyewaan snorkeling, dengan harga 25-30 ribu rupiah sepuasnya. Karena belum berpengalaman, saya sempat menelan beberapa teguk air yang masuk dari pipa pernapasan yang tercelup air. Haissh, asin rek! 😀

sampai di deberang, foto dulu :3

sampai di deberang, foto dulu :3

penampakan lebih dekat pantai carucok

penampakan lebih dekat pantai carucok

loncat geenk!

loncat geenk!

Setelah puas, capek sih lebih tepatnya, kami beristirahat sebentar. Kemudian kami tergoda untuk menjajal wahana olahraga air macam banana boat dan semacamnya. Seru sekali bung! Klimaks keseruan adalah saat Aher nyaris terlempar ke tengah laut karena manuver abang-abang pengemudi perahu pemandu wahananya dahsyat betul.  Kami hanya teriak histeris sambil tetap tertawa lepas. Aaaa!!

kami sempet main pasir jugaa :D

kami sempet main pasir jugaa 😀

ini wahana kedua yang kami jajal, seruu laah kaki Abi gak kontrol -...-

ini wahana kedua yang kami jajal, seruu laah kaki Abi gak kontrol -…-

wahana ketiga (terakhir), banana boat, kurang seruu euy anti-klimkas jadinyaah~

wahana ketiga (terakhir), banana boat, kurang seruu euy anti-klimkas jadinyaah~

pilihan wahana watersport

pilihan wahana watersport

nah ini dia wahana pertama kami, paling seruuu! Aher mau terpental ke tengah lauut wakakaka

nah ini dia wahana pertama kami, paling seruuu! Aher mau terpental ke tengah lauut wakakaka

Sore menjelang, mendung menggelayuti pantai carucok. Pertanda alam kami disuruh pulang. Kami pun menyeberang pulang dan berangkat menuju ke kota Padang kembali. Perjalanan hari kedua pun selesai sekitar pukul 8 malam kami sampai di motel.

tuh kan mendungnya ganyante~ disuruh pulang

tuh kan mendungnya ganyante~ disuruh pulang

***

Hari ketiga di Padang, kami (lagi-lagi) ditraktir Ibunda Abi sarapan. Kali ini kudapannya adalah soto paru padang. Hmm yummy euy! Minumannya sih masih sama dengan hari kedua kemarin, teh telur. Malang bagi Vina, karena gak doyan teh telur, amis katanya, dia pesen teh saja.

soto paru padang :)

soto paru padang 🙂

tuh jambukanya tuh

tuh jambukanya tuh

Ahiya, di Padang, ada satu fenomena yang menurut saya sangat layak dibagikan. Apakah itu? Pengamen di kota ini bermartabat bung! Ya, pengamen di kota ini menjunjung tinggi martabat diri dan profesinya. Mereka mengamen hanya sebatas di depan pelataran rumah makan/warung, dan mereka bernyanyi sungguh-sungguh. Mereka menyanyikan banyak lagu sambung-menyambung, full album gitu, dengan suara yang merdu –karena bernyanyi sungguh-sungguh. Soal bayaran, mereka biasanya menaruh kantung permen di ujung gitar mereka. Tidak pakai acara teriak-teriak minta diisi, mereka hanya bernyanyi. Jadi pengunjung bebas mau mengapresiasi mereka –dengan menaruh uang di kantung permen mereka– ataupun tidak. Jadi kehadiran mereka bak menyediakan fasilitas live music di rumah makan/warung. Simbiosis mutualisme deh! 🙂

abang pengamennya cuman di luar, dan terus bernyanyi dengan merdu, siapa coba yang tega gak ngasih? :)

abang pengamennya cuman di luar, dan terus bernyanyi dengan merdu, siapa coba yang tega gak ngasih? 🙂

Setelah selesai sarapan, kami menuju pool bis antar provinsi. Yap, kami harus melanjutkan petualangan, menuju Palembang. Tapi sayang, Henny memilih mengikuti jejak hercules a.k.a Arli mengakhiri petualangan lebih awal. Dia memilih pulang ke Jakarta siang itu via pesawat. Katanya, bujet sudah sampai limitnya. Semua jadi sendu, jadilah Vina menjadi yang paling cantik sendiri di trio rombongan Sin-Sum yang tersisa. Pukul 10.00, bis kami berangkat.

daah, henny, abii

daah, henny, abii

Trio Sin-Sum tersisa siap menyambut Palembang!

Trio Sin-Sum tersisa siap menyambut Palembang!

 

Sayounara, Padang!

Thanks berat yaa, Abi’s family! 🙂

 

Iklan

About pararawendy

Once A Dreamer, Always Be The One Lihat semua pos milik pararawendy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: