I am my own man, I make my own luck

Happy Sunday, Everybody! ūüôā

Sebelum lanjut membaca post ini, bagi yang belum klik tombol play video di atas, klik dulu atuh lah. Sebab lagu di atas adalah basis dari bahasan kita hari ini. “Click!”, Okay, we can go to the main topic then! But wait, if you can’t handle the beat and wanna sing along, here i give you the lyric (via metrolyrics.com).

How can we make amends when we said all we said?
I call and you don’t pick up
How can I say instead that I hope it’s for the best?
I won’t, and I won’t give up

I’m sorry, Mother
I know I let you down
I’m sorry for how I up and left this town

How can we push aside all the bad and make it right
Now you got me all choked up
I’m sorry, brother
I know I let you down
I’m sorry for how I up and left this town
Please just listen ’cause I don’t ask for much
I am my own man, I make my own luck

How can we both pick sides when we know nothing’s right?
Open up the door that’s shut
How can I have my pride and drink away my soul tonight?
Sorrow’s filling up my cup

I’m sorry, father
I know I let you down
I’m sorry for how I up and left this town
Please just listen ’cause I don’t ask for much
I am my own man, I make my own luck

Well some birds aren’t meant to be caged
And I just can’t see the light of day

Please forgive me I can’t remember
Please forgive me, no one is calling
Please forgive me, I can’t believe it
No

Gonna pick myself up, so I don’t let this ever grow
Even if I mess up, I won’t let this ever go
It’s hard to stay
It’s hard to stay
‘Cause some birds aren’t meant to be caged

How can I set us free?
I’m what you taught me to be
Shouldn’t that be enough?
It’s time that we make amends
Let’s forget the things we said
You know we were all just stuck

I’m sorry, mother
I know I let you down
I’m sorry, father
I didn’t stick around
Please just listen ’cause I don’t ask for much
I am my own man, I make my own luck
Please just listen ’cause I don’t ask for much
Just like my old man, I make my own luck

And some birds aren’t meant to be caged
And some just won’t see the light of day

Please forgive me I can’t remember
Please forgive me, no one is calling
Please forgive me, I can’t believe it
No

Gonna pick myself up, so I don’t let this ever grow
Even if I mess up, I won’t let this ever go
It’s hard to stay
It’s hard to stay
‘Cause some birds aren’t meant to be caged

Please just listen ’cause I don’t ask for much
I am my own man, I make my own luck
Please just listen ’cause I don’t ask for much
I am my own man, I make my own luck

Songwriters
AARON J N ACCETTA, ZACHARY MICHAEL BARNETT, SHEP N GOODMAN, DAVID M RUBLIN, MATTHEW JOHN SANCHEZ, JAMES ADAM SHELLEY

***

Simply saying, saya merasa lagu “Luck” by American Authors ini¬†gue banget.¬†Lagu ini ¬†bercerita tentang seorang pemuda yang bertekad untuk merantau, pergi dari kotanya untuk mengejar mimpinya sendiri. Untuk bertanggung jawab terhadap ‘keberuntungannya’ sendiri.

Just like me, selepas menyelesaikan studi S1 saya, saya harus menjawab pertanyaan penting layaknya yang pasti ditanyakan pada setiap mahasiswa rantau lainnya: Melanjutkan (baca: mempermanenkan) perantauan atau pulang kampung dan bekerja di daerah asal? Sungguh ini bukan pertanyaan yang sepele apalagi picisan.

Untungnya, saya sudah menyadari bahwa cepat atau lambat saya diharuskan untuk menjawab pertanyaan sakral ini. Jadilah, jauh-jauh hari saya sudah merenung, memikirkan apa kira-kira jawaban yang akan saya pilih. Jadi setibanya saya pada fase pertanyaan ini benar-benar menunggu untuk dijawab (setelah saya lulus S1), saya bisa dengan singkat menjawab: Saya akan mempermanenkan perantauan saya!

Jawaban 1 kalimat dengan 5 kata (plus satu tanda seru) itu adalah salah satu keputusan besar¬†yang saya buat.¬†Betapa tidak? Orang tua saya di rumah, terutama ibu, sangat mendamba saya kerja di daerah asal saya saja, dekat rumah –dekat beliau. Orang tua mana yang tidak suka jika bisa melihat anaknya setiap hari? Seolah mestakung (semesta mendukung) bagi keinginan Ibu, akses untuk bekerja di daerah terbuka sangat lebar waktu itu (saya, secara tidak langsung, mendapat tawaran dari salah satu pejabat daerah untuk berkarya di daerah). Ditambah dengan kenyataan bahwa proses mendapatkan kerja ideal yang sesuai dengan ekspektasi di Ibukota ternyata tidak segampang yang saya pikirkan.

Tapi, maafkan ananda, Ibu. Ananda tetap keukeuh pada keputusan yang sudah ananda buat, sekali lagi ananda menjawab: Ananda akan mempermanenkan perantauan ananda!

Kenapa, Parara?

You Only Live Once, kan? Karena hidup cuman sekali, kenapa tidak bermimpi setinggi angkasa? Saya telah memutuskan bahwa saya bermimpi besar untuk menjadi orang besar. Untuk mewujudkan mimpi itu, saya harus mencari jarak terpendek dalam menggapainya. Sebagai mana matematika mengajarkan saya bahwa jarak terpendek antara dua titik adalah dengan menarik garis lurus antar dua titik tersebut. Maka garis lurus untuk mewujudkan mimpi saya bernama JAKARTA. Karenanya saya harus mempermanenkan perantauan saya di kota ini.

***

#-Merantaulah…-

Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman.
Tinggalkan negerimu dan hidup asing  (di negeri orang).#

#Merantaulah…

Kau akan dapatkan pengganti dari orang-orang yang engkau tinggalkan (kerabat dan kawan).
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.#

#Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan..
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang.#

#Singa jika tak tinggalkan sarang, tak akan dapat mangsa..
Anak panah jika tak tinggalkan busur, tak akam kena sasaran.#

#Jika matahari di orbitnya tak bergerak dan terus berdiam..
tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang.#

#Bijih emas tak ada bedanya dengan tanah biasa di tempatnya (sebelum ditambang).
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan.#

#Jika gaharu itu keluar dari hutan, ia menjadi parfum yang tinggi nilainya.
Jika bijih memisahkan diri (dari tanah), barulah ia dihargai sebagai emas murni.#

Syair oleh Imam Syafi’i

 

Iklan

About pararawendy

Once A Dreamer, Always Be The One Lihat semua pos milik pararawendy

2 responses to “I am my own man, I make my own luck

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: