Terharu Itu Sederhana

Selamat berpuasa di hari ke-27 rekan-rekan sekalian!

Pagi ini saya sumringah betul, sebab hari ini saya mudik ke kampung halaman! Finally bisa kembali ke Sampit tercinta setelah setengah tahun. Doakan saya selamat sampai tujuan ya! 🙂

image

Selain ingin berkabar tentang ke-mudik-an saya, melalui post kali Saya akan mencoba bercerita tentang hal-hal yang membuat saya terharu. Ya, di bulan ramadhan tahun ini hanya mengalami beberapa kejadian yang membuat saya (sangat) terharu. Di post kali ini saya akan menceritakan dua diantaranya. Dua kejadian ini sebenarnya sudah pernah saya alami sebelumnya tapi tetap saja sangat spesial rasanya jika terjadi — dan selalu membuat saya terharu. Baik, apakah gerangan Par, hal yang membuatmu terharu?

***
Sujud Tilawah dalam Shalat

image

image

Sumber: muslim.or.id

Betul sekali, semenjak saya membaca cerita pada buku agama islam SMP saya (yang dapat dilihat pada post ini),  ya jadi sangat terobsesi untuk merasakan
sendiri bagaimana sensasi melakukan sujud tilawah di dalam suatu shalat berjamaah. Tak kurang 8 Tahun Lamanya, saya nyaris memupuskan mimpi untuk merasakannya. Saya sampai menanyakan ke beberapa teman waktu itu, apakah pernah mengalami sujud tilawah di waktu diimami shalat? Ata jangan jangan itu hanya ada di cerita dan minim praktik di kehidupan sehari hari? Mereka ada yg bilang pernah. Lantas ‘jatah’ saya kapan? Akhirnya keinginan saya di jabah oleh Allah tanpa rencana.

Tanpa dinyana dan tanpa diduga, ternyata kota saya sendiri lah yang memberikan sujud tilawah pertama dalam shalat berjamaah kepada saya. Di suatu pagi buta Ramadhan tahun lalu, saya bersama adik memutuskan untuk sholat subuh di Masjid Al-falah Sampit.  ditengah sholat Akhirnya saya mendengar salah satu ayat Sajadah dibacakan sang Imam. Setelahnya sang Imam mengucap takbir dan langsung sujud. Sontak, bulu Kuduk saya merinding dan mata tiba-tiba memanas. Saya ikut sujud dan tak terasa mata saya tiba-tiba sudah berair. Saya sangat terharu, alhirnya salah satu mimpi saya terwujud lagi buta itu. Persis dengan cerita yg saya baca, di pagi buta suatu shalat shubuh. Allahu Akbar.

Dan kejadian yang sama terjadi di hari kemarin. Karena diajak oleh salah seorang teman, tadi malam saya sholat tarawih di masjid Istiqlal. Setelah selesai melaksanakan 8 rakaat tarawih, shalat kemudian dilanjutkan dengan Witir 3 rakaat. Sebelum mengangkat Takbiratul Ihram, sang Imam berkata seperti ini:

“Para jamaah sekalian nanti di rakaat kedua akan ada sujud tilawah”

Dan saya reflek terharu. Terima kasih ya Allah.

***

Andaikan kalian tahu bagaimana Allah mengatur urusan hidupmu pasti hatimu akan meleleh karena cinta kepada-Nya.

Bersambung…
#Pesawat saya menyapa.

Sampai jumpa di Borneo, semua! 🙂

Iklan

About pararawendy

Once A Dreamer, Always Be The One Lihat semua pos milik pararawendy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: