Semester Based or Block Based Schedule? I choose both?!

Salam, semuanya!

Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi sedikit dinamika perkuliahan  saya di Leiden. Sebab, beberapa kali saya mendapat pertanyaan, “Apa saja sih perbedaan sistem perkuliahan antara Indonesia dan Belanda?”. Beberapa poin utama perbedaan sudah sempat saya bagikan di tulisan ini. Namun sepertinya saya terlewat satu poin yang cukup signifikan, deh. Karenanya, post ini saya dedikasikan untuk menjelaskan perbedaan tersebut, plus sedikit curhatan saya tentangnya. Jadi, selamat membaca! 🙂

***

Membicarakan sistem perkuliahan Indonesia, kita tau bahwa satu tahun akademik (pelajaran) tersusun atas dua periode bernama Semester.  Lantas kita akrab dengan istilah “Semester Ganjil dan Genap”. Semester ganjil refers to periode perkuliahan Bulan September – Februari, dan semester genap adalah komplemennya.

 Tidak serta merta berbeda, Belanda pun mengenal sistem perkuliahan per semester seperti ini. Bedanya mungkin hanya pada penyebutan. Di sini tidak ada yang namanya “Odd / Even Semester”, melainkan “Fall / Spring”. Betul, jadi penamaan semester dihubungkan dengan musim yang bersesuaian.

Nah, sistem perkuliahan di Belanda ternyata tidak hanya mengenal semester based schedule. Ternyata ada pula sesuatu yang bernama block based schedule atau “perkuliahan per blok”. Saya pertama kali mengetahui hal ini dari keterangan beberapa awardee StuNed yang bercerita bahwa sistem perkuliahan mereka bukan per semester, melainkan per periode (umumnya) dua bulanan yang disebut “blok” (jadi setahun ada 6 blok).

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan perkuliahan per blok ini? Jadi, jika kita dalam perkuliahan per semester menghabiskan mata kuliah tertentu selama enam bulan (nett-nya mungkin 4 bulan), maka dalam perkuliahan per blok, kita harus menyelesaikan mata kuliah tersebut dalam tempo satu blok tadi (dua bulan). Emang bisa selesai kalau cuma 2 bulan? Materi kuliahnya sedikit dong?

Eits, jangan salah. Tidak ada yang berbeda dari segi kuantitas materi suatu subject perkuliahan. Sebagai konsekuensinya, jadwal perkuliahan akan (jauh) lebih padat. Jika pada perkuliahan per semester kuliah umumnya dijadwalkan mingguan, maka pada kuliah per blok dijadwalkan 2-3 kali per minggu, bahkan ada yang setiap hari! Konsekuensi berikutnya adalah, mahasiswa yang ada pada rezim ini (perkuliahan per blok) hanya diwajibkan mengambil 1 – 2  mata kuliah dalam 1 blok tersebut.

Prospectus Master Statistics Leiden

Salah satu program master di Leiden yang menggunakan sistem blok

Setelah mengetahui apa itu perkuliahan per blok. Sekarang mari kita sedikit membahas apa kelebihan/kekurangan dari sistem perkuliahan ini (walaupun pada akhirnya kita tidak bisa memilih karena semua bergantung kampus mau menggunakan yang mana haha). Mungkin, kelebihan yang paling mencolok dari perkuliahan per blok adalah “fokus”. Beberapa dari kita mungkin sependapat bahwa salah satu penyebab yang berpotensi mengakibatkan tidak primanya menyerap materi perkuliahan adalah terlalu banyaknya mata kuliah yang diambil pada saat yang bersamaan. Bandingkan saat kita mengambil 7 mata kuliah dalam satu semester dan hanya 2 mata kuliah dalam satu blok. Tentu lebih fokus yang kedua, bukan? Kelebihan selanjutnya mungkin adalah “cepat selesai dan move up“. Hanya dua bulan kita bergelut dengan suatu mata kuliah, lalu ujian, dan selesai (terus lupakan deh).

Bukan tanpa kekurangan, kuliah per blok juga tidak ideal. Dalam artian bahwa, sistem ini lebih kejam pada absensi/kehadiran. Bagaimana tidak? Dalam sistem ini, jika kita tidak mengikuti perkuliahan 1 minggu saja, maka ktia akan ketinggalan materi perkuliahan (jauh) lebih banyak dibandingkan absennya kita di sistem per semester dengan periode yang sama. Jadi, cukup adil bukan?

Lalu, kampus mana saja yang menggunakan sistem perkuliahan per blok? Setau saya, beberapa kampus Belanda yang menggunakan sistem ini adalah Wageningen University of Research, Maastricht University, dan Erasmus University Rotterdam. Tidak menutup kemungkinan masih ada kampus lain yang juga menggunakan sistem ini.

***

Bagaimana dengan kampus saya: Leiden University?

Saya pikir awalnya kampus ini hanya mengenal sistem semester. Namun ternyata saya salah. Sebagian program / mata kuliah ada yang disajikan per blok. Dan salah satu program tersebut adalah. Jeng jeng! Minor yang saya ambil: Science Based Business (SBB). OMR!

Kenapa “Oh My Rabb”?! Karena itu berarti saya harus menjalani jadwal yang overlap, antara sistem semester di program magister matematika dan sistem per blok di SBB. Terasa sekali padatnya jadwal saya semester ini. Bayangkan saja, jadwal di sistem per blok kan memang sudah didesain padat (karena ingin fokus), ditambah saya masih pula harus bergulat dengan 2 mata kuliah matematika yang disampaikan dalam sistem semester! Luar biasa!

SBB Schedule

Jadwal program SBB semester ini

Sedikit spoiler, teman-teman sekelas saya di kelas SBB datang dari berbagai jurusan. Dan mereka sebagian besar mendedikasikan semester ini sepenuhnya untuk mata kuliah SBB (mereka tidak mengambil mata kuliah dari jurusan mayornya) karena padatnya jadwal SBB. Minggu-minggu ini, mereka (dan juga saya tentunya) sepertinya sampai pada fase desperation tak kuasa dengan overwhelming schedule yang dihadapi. Lha saya apa kareba? Zzz.

WhatsApp Image 2018-04-02 at 00.19.37

Cuplikan WA Group kelas. Seems everyone is happy at the moment :’)

***

Baiklah, sekian post kali ini. Mohon doanya agar saya bisa melewati semester ini dengan baik ya, teman-teman semua! Laa haula walaa quwwata, illaa billaah 🙂

Iklan

About pararawendy

Once A Dreamer, Always Be The One Lihat semua pos milik pararawendy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: