Mengunjungi Padang Tulip

Salam Ramadhan Karim, semua!

Pada post kali ini, saya akan bercerita tentang pengalaman menyenangkan saya di musim semi tahun ini: berkunjung ke padang tulip. Saya sebut ‘padang’ karena tulipnya buanyaak betul rek!

***

Setelah sempat sedikit khawatir karena ada suatu hal yang membuat saya belum sempat meluangkan waktu melaksanakan agenda wajib para perantau di Belanda setiap musim semi tiba: berjalan di sela-sela bedeng bunga tulip yang rimbun, akhirnya saya melaksanakan salah satu to do list wajib selama bersekolah di negeri kincir angin ini!

Menyoal jalan-jalan ke padang tulip yang akhirnya terlaksana pada awal Bulan Mei kemarin, saya merasa beruntung dalam dua hal: pertama karena masih ada teman seperantauan yang ternyata juga belum sempat berkunjung melihat tulip. Ya, sebab saat itu sudah nyaris sebulan Facebook dan Instagram feed saya sudah penuh dengan update post foto teman-teman berlatarkan padang tulip berwarna-warni. Keberuntungan saya yang kedua adalah karena saya masih ‘kebagian’ tulip untuk ditonton dan dinikmati. Sebab ternyata (lagi), periode tulip bermekaran hanya sampai tepat di pertengahan Mei! Senangnya! Alhamdulillah ya Allah!

gaya di tulipIMG_20180503_171211

Ahya, perlu saya ceritakan bahwa saya tidak ke Keukenhof, kebun tulip yang mahsyur itu lho! Sebab ternyata (sudah tiga kali woi nulis begini, sekali lagi dapet piring cantik ya Par XD ) kata teman-teman yang sudah berpengalaman (mengunjungi Keukenhof secara langsung), mereka berkesimpulan padang yang mahsyur itu tak seindah citranya. Lho, lho, lho, kok bisa berkesimpulan seperti itu?

Alasannya setidaknya ada dua: pertama, kurang luasnya kebun tulip di sana, dan yang kedua adalah karena tiket masuknya lumayan mahal (18 Euro coy! Kalikan sendiri sama 16000-an rupiah per euronya). Namun, mungkin alasan utamanya sebenarnya ada pada beberapa pilihan padang tulip lain di Belanda, yang (kabar sangat menggemberikannya) tiket masuknya GRATIS, ditambah dengan masifnya/luasnya tulip yang menghampar (lha memang kebun tulip komersial untuk kebutuhan ekspor ukuran besar kok).

Kebun tulip yang saya kunjungi kemarin berlokasi di Lisse, desa yang terletak di antara Leiden dan Harleem. Kebun tulip ini dimiliki oleh keluarga eksportir tulip dengan pasar seluruh dunia (meh!). Hasil dari teman yang iseng berdialog dengan si-empunya, keluarga tersebut telah turun temurun menjalankan bisnis perkebunan-eksportir tulip. Dari beliau juga saya jadi tau kalau tulip itu benar-benar bunga ‘pancaroba’. Pancaroba? Memangnya ada kaitannya dengan peralihan musim gitu Par?

Yap benar sekali, bunga tulip hanya bisa dibudidaya dengan optimal pada masa-masa peralihan dari musim dingin ke musim semi. Bunga ini mulai tumbuh subur pada Februari, dan mencapai puncak + mekarnya pada pertengahan April – awal Mei. Setelah itu, kata beliau, suhu sudah terlalu panas dan tidak ideal lagi bagi tulip. Itulah salah satu sebabnya bunga ini menjadi terkesan lebih eksklusif mungkin, ya!

Satu lagi, saya ingin sedikit komentar (merekomendasikan) padang tulip ini bagi teman-teman sekalian yang berencana berkunjung ke Belanda sekitar musim semi. Padang tulip ini bernama De Tulperij. Kalau kalian cari di Google, kalian akan mendapatkan hasil berupa kafe. Benar saja, jadi si pemilik kebun tulip yang luas banget ini mengoperasikan usaha sampingan kafe minum teh + stroopwafles (sajian khas Belanda)  dan padang tulip terletak di halaman belakang kafe tersebut. Cukup sustainalble lah ya model bisnisnya, logikanya pengunjung akan duduk sebentar dan memesan teh setelah puas dan capek (tentu saja) setelah bergaya ini itu untuk difoto dengan berlatarkan tulip yang indah nian itu. Akhir kata, saya sangat merekomendasikan kebun tulip De Tulperij ini sebagai alternatif Keukenhof. Well done, Mevrouw!

De tulperij 2

de tulperij

Penampakan kafenya, bagus yak!

 

 

 

 

Iklan

About pararawendy

Once A Dreamer, Always Be The One Lihat semua pos milik pararawendy

2 responses to “Mengunjungi Padang Tulip

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: