Category Archives: keluarga

Batavia Reggae Band

Selamat menikmati (sendunya) sore manteman! šŸ™‚

Habis cukur rambut (ngapain gitu pake ditulis segala), saya kepikiran untuk merealisasikan keinginan untuk menulis tentang Batavia Reggae Band. Sebenarnya keinginan ini muncul saat saya sedang di rumah, musim libur lebaran kemarin, tapi saking sibuknyaĀ tak menyempatkannya saja, jadilah saya baru bisa menulisnya sekarang. Jadi inti dari prologĀ yang kepanjangan ini adalah tulisan iniĀ latepost. šŸ˜›

***

Muasal lahirnyaĀ postĀ ini bermula saat H-sekian minggu saya mudik ke Kalimantan. Bangun tidur, tiba-tiba saya bersenandungĀ merdu-merdu gitu sumbang begini

~~nostalgia, masa remaja, kurindu mengulang semua cerita lamaa

dimana dia? dimana dia yang aku sukaa?~~

Entah mimpi apa tadi malamnya, saya mengulang-ulang dua baris cuplikan lirik lagu itu. Bersenandung dibarengi dengan rasa rindu yang pekat, hati tetiba rindu dengan lantunan lagu barusan, yang biasa saya dengar dari tape di ruang keluarga rumah, setiap minggu pagi, nyaris sepuluh tahun lalu. Adalah ibu, yang rajin sekali memutar lagu-lagu favorit beliau di tape kesayangan kami sebagai pengiring orang rumah berkegiatan setiap minggu pagi. Ritual ibu yangĀ memorableĀ adalah Lanjutkan membaca

Iklan

Quality Time

Selamat lebaran semuanyaa! šŸ™‚

tebak ini siapa! Mas Ryo? atau saya? :-D

tebak ini siapa! Mas Ryo? atau saya? šŸ˜€

Pagi ini kota saya, Sampit, cerah sekali. Saya sedih sekaligus senang (gak kebalik Par, urutan nulisnya?). Sedih karena kalau kota saya ini paginya sudah secerah ini, pasti siangnya puaanaaass banget -…-, kalian tau? Sampit kalau panas, kalian gak akan bisa melihat sekitar (di lingkupĀ outdoor pastinya) tanpa memicingkan mata, mengernyitkan alis. Meminjam istilah ibu, panasnya Sampit itu semeletĀ banget,Ā Seriusan. -…-

Jadi saya (agak) bersedih karena siang nanti hampir bisa dipastikan mata saya harus selalu terpicing. Nah, lalu apa yang membuat saya senang pagi ini? Tebak dulu dong! (pengen banget ditebak :-P) šŸ™‚

Quality Time.Ā Dua kata itulah yang dapat menggambarkan apa yang saya rasakan pagi ini. Umumnya sih di setiap waktu selama saya di rumah, tapi pagi ini spesial sekali! Lanjutkan membaca


Sepuluh Hari Ketiga Ramadhan 1434 Hijriah

Terbangun dari siang hari ini, saya tiba-tiba teringat akan project tiga tulisan saya. Ya, ptoject untuk menulis 3 post yang masing-masing meliput hal-hal apa saja yang saya jalani per sepuluh hari di Bulan Ramadhan 1423 H. Dua tulisan sudah saya selesaikan, yakni Sepuluh Hari Pertama Ramadhan 1434 HijriahĀ danĀ Sepuluh Hari Kedua Ramadhan 1434 Hijriah.Ā Oke, insya Allah sore ini saya ingin menuntaskan untuk tulisan yang terakhir. Karena iniĀ late posting,Ā saya mungkin akan melupakan beberapa hal yang seharusnya bisa saya ceritakan, saya hanya akan menulis hal-hal yang saya ingat saja.

***

Mengawali tulisan ini, saya ingin berdoa. Mengingat apa sabda nabi, sepuluh hari terakhir itu adalah itqun minan naar, dijauhkan dari api neraka. Ya Rabb, semoga hamba-Mu termasuk dalam golongan yang disabdakan oleh Nabi ini. Amiiin.

Oke, yang saya ingat, tema sepuluh hari terakhir ramadhan 1434 H kemarin itu adalah evaluating.Ā Banyak hal yang perlu dievaluasi. Banyak. Lanjutkan membaca


Januari Pulang?

Dan saya galau.Ā Liburan semester ganjil nanti haruskah saya pulang? -_____-

Semula, saya bersama salah seorang teman berencana untuk mengisi liburan nanti dengan mengunjungi Kampung Inggris. Hayoo, ada yang bengong karena gak tau Kampung Inggris? Pengen nanya dimana, dimana kampung Inggris? Pengen nanya, apasih Kampung Inggris, kok kayaknya keren? Ā (Ups, kayaknya ini sudah berlebihan).

Bagi yang belum tau Kampung Inggris, sini tak kasih tau deh (banyar tapi). Kampung Inggris itu Lanjutkan membaca


Selamat Ulang Tahun, Ibu

Besok, tepat 45 tahun yang lalu lahir seorang wanita yang tanpanya takkan ada anak laki-laki bernama Pararawendy Indarjo. Wanita terpenting dalam hidupku. Wanita yang selalu nomor satu di hatiku. Dari tanah rantau ini, anakmu hanya bisa mengucap dan berdoa

 

Selamat ulang tahun, Ibuku.

maafkan anakmu yang bisanya hanya mengeluh padamu

maafkan anakmu yang sama sekali belum bisa berbakti padamu

maafkan..

Semoga terwujud semua hajatmu Ibu,

ah, semua hajatmu pasti tentang kesuksesan anak-anakmu bukan?

tulusnya kasihmu, Ibu..

usah kupinta agar engkau mendoakanku di sana, di rumah

tanpa kupinta pun, engkau selalu mendoakanku, mendoakan kami, anak-anakmu, bukan?Ā 

benarlah kata orang, kasihmu sungguh tiada tandingan..

Sehat selalu, Ibu..

Aku berjanji, akan selalu membahagiakanmu

Ibuku…